Minggu Ke -
12
Pokok
Bahasan dan TIU: Pekerjaan dan Waktu Luang.
F. Mengubah sikap terhadap pekerjaan. (memahami dan mendefnisikan nilai pekrejaan, menjelaskan apa yang
dicari dalam pekrjaan, dan fungsi psikologis dari pekerjaan)
Pekerjaan
dinilai sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk kemajuan manusia, baik
kemajuan rohani maupun jasmani. Pekerjaan memerlukan pemikiran yang sadar
sehingga bisa dengan bebas dapat mengarahkan kegiatannya kepada suatu tujuan
tertentu. Dan tujuan yang dicari dalam pekerjaan yaitu menjadikan pekerja
menjadi “baik”, baik disini maksudnya adalah menjadikan pekerja lebih terpenuhi
kebutuhan hidupnya an keluarganya, dan mereka menghindari aktivitas mereka yang
menjadikan mereka “buruk”. Dan disini atasanpun berperan penting dalam mengubah
sikap karyawan mereka agar dapat bekerja lebih keras dan mencapai kinerja
pekerjaan yang lebih tinggi. Karyawan diusahakan supaya menyukai pekerjaan yang
ia dapatkan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik. Manajer dalam mengubah
sikap karyawan juga harus memiliki kemampuan yang tepat, misalnya diberi bonus
jika bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Diberikan reward dan punishment kepada karyawan
tersebut, sehingga memunculkan sikap take and give.
Pandangan lain yang di cari dalam pekerjaan:
·
Menafkahi keluarga
·
Mencari pengalaman
·
Mengasah keahlian dan ketrampilan
·
Mencari status untuk mengikat seseorang pada
individu lain serta masyarakat
·
Mencari kesenangan dan arti tersendiri bagi
kehidupan seorang individu.
Survei
membuktikan kebanyakan orang akan melanjutkan pekerjaanya bahkan jika mereka
memiliki cukup uang untuk hidup nyaman seumur hidupnya
(Renwick&Lawler,1978). Kenyataanya adalah bekerja itu meenuhi kebutuhan
psikologis dan social yang penting. Rasa pemenuhan pribadi, orang membutuhkan
perasaan kalau mereka tumbuh, mempelajarai keahlian baru, dan mencapai sesuatu
yang berharga ketika perasaan ini kurang, mereka mungkin pindah ke pekerjaan
yang menjanjikan pencapaian yang lebih atau hasil yang jelas. Contohnya,
seorang individu yang pekerjaanya terarah mungkin meninggalkan meja untuk
bekerja menjual barang atau konstruksi. Bahkan orang yang sudah mendapatkan
banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu dan energy yang di habiskan oleh
pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan akan penghargaan dan penguasaan
(Morgan,1972).
G. Proses dalam memilih pekerjaan. (memahami dan menjelaskan fase-fase identitas pekerjaan)
Proses perkembangan dalam
pemilihan pekerjaan bagi individu dijelaskan oleh Donald Super. Perkembangan
pemilihan karier pekerjaan dibagi menjadi lima tahap, yaitu:
1. Cristalization
Individu berusaha mencari berbagai bekal ilmu pengetahuan dan
keterampilan melalui pendidikan formal dan nonformal untuk persiapan masa depan
hidupnya.
2. Spesification
Individu akan meneruskan pendidikannya pada jenjang khusus yang sesuai
dengan minat-bakatnya. Masa spesifikasi ini lebih mengarah pada jalur
pendidikan yang menjurus pada taraf profesional atau keahlian.
3. Implementation
Individu mulai menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah
diperoleh pada masa sebelumnya, secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai
dengan bidang keahlian atau profesi nya. Misalnya, setelah ia lulus dalam
pendidikan psikologinya ia berprofesi sebagai seorang psikolog.
4. Stabilization
Individu menekuni bidang profesinya sampai benar-benar ahli di
bidangnya sehingga individu dapat mencapai prestasi puncak. Taraf ini ditandai
dengan prestasi individu menduduki posisi penting, misalnya direktur
perusahaan, dsb.
5. Consolidation
Setelah mencapai puncak karier, individu mulai memikirkan kembali
sesuatu yang telah dilakukan selama ini baik yang berhasil maupun yang gagal.
H. Memilih pekerjaan yang cocok. (memahami dan menjelaskan hubungan antara karakteristik pribadi dan
karakteristik pekrjaan dalam memilih pekerjaan yang cocok)
Memilih
pekerjaan yang tepat memang perlu proses, bukan hanya disandarkan akan adanya
peluang tapi juga berdasarkan kemampuan dan bakat yang anda miliki. Salah satu
cara untuk memilih pekerjaan yang baik yaitu dengan mencocokan antara pekerjaan
dan kepribadian. Berikut beberapa kepribadian yang bisa menjadi dasar untuk
memilih pekerjaan yang cocok.
·
Konvensional yaitu memiliki kepribadian yang
menyukai dengan aturan, prosedur tetap, jadwal, instruksi ketimbang harus
berfikir dengan ide kreatif. Pekerjaan yang tepat untuk pribadi konvensional
ini adalah akuntan, aktuaria, inspektur keamanan, keuangan, perencana keuangan,
dan penulis teknis.
·
Realistik
yaitu orang yang menyukai hasil akhir, menyukai persoalan dan masalah yang
harus dipecahkan. Mereka senang bekerja di luar ruang, bekerja dengan mesin,
alat-alat berat, dan perhiasan. Pekerjaan yang baik untuk tipe realistik adalah
ahli elektro, ahli nuklir, dokter gigi, dan ahli kunci.
·
Sosialis
yaitu orang yang senang dengan kegiatan sosial membantu penderitaan orang
banyak. Mereka pandai berkomunikasi, bekerjasama dengan team dan merasa nyaman
dalam berinteraksi dengan orang lain. Pekerjaan bagus adalah pelatih pribadi,
psikolog sekolah, bimbingan siswa, guru, relawan dan motivator.
·
Penyelidik
yaitu orang yang senang bekerja sendiri, menyelidiki sesuatu, menggunakan
logika, menyelesaikan masalah dan misteri, menyatukan masalah yang tercerai,
presisi, dan ilmu pasti. Profesi yang tepat yaitu analis sistem komputer,
optometris, profesor ilmu alam, insinyur piranti lunak, dan pelaku statistik.
·
Wirausahawan
yaitu orang yang pandai melihat peluang dan berani mengubahnya untuk suatu
keuntungan. Pribadi wirausaha selalu action apabila melihat peluang dan
merekapun memiliki kemampuan memimpin dan mengorganisir sumberdaya. Pekerjaan
yang cocok adalah agen sales di advertising, pekerja finansial, analisis
manajemen, direktur program, sales manager dan pastinya membuat usaha sukses
sendiri.
Sumber:
Jurnal Konsep Kepribadian, Iyus Yosep, SKp., MSi, Fakultas
Ilmu Keperawatan UNPAD
Kesehatan mental, konsep, cakupan dan perkembangannya, Siswanto,S.Psi., M.SI.
Kesehatan mental, konsep, cakupan dan perkembangannya, Siswanto,S.Psi., M.SI.
No comments:
Post a Comment