Search This Blog

Thursday, November 26, 2015

Remaja Nekat Gantung Diri Karena Di-bully di Facebook.
Liputan6.com, Kolkata - Kasus pelecehan lewat internet alias cyberbully kembali memakan korban. Kali ini menimpa seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di India. Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena salah seorang temannya mem-bully dirinya di situs jejaring sosial Facebook. Korban adalah seorang siswi sekolah menengah kelas 11 di sebuah sekolah top di selatan Kolkata, India. Sebelum bunuh diri, gadis yang tidak disebutkan namanya itu meninggalkan sebuah catatan bunuh diri sebanyak 6 halaman. Catatan inilah yang kemudian menjadi dasar penyelidikan polisi.
Kasus ini bermula dari pertemanan sang gadis dengan seorang pria bernama Faisal Imam Khan, mahasiswa berumur 23 tahun. Keduanya berteman beberapa bulan lalu, dan dalam waktu singkat menjadi teman dekat. Namun, karena satu dan lain hal, sang gadis mulai menjaga jarak dengan pria tersebut.
Menurut laporan Times of India, tersangka Faisal sudah ditangkap. Dua temannya yang bernama Deepak Gupta dan Satish Shah, juga telah ditahan karena bersekongkol melakukan pelecehan. Selama interogasi, Deepak mengatakan bahwa gadis itu mulai menghindar. Faisal kemudian memutuskan untuk membalas dendam dengan memfitnah gadis itu di depan umum.
Ia bekerjasama dengan Deepak dan Satish, lalu membuatkan profil palsu tentang gadis itu. Mereka mengubah foto-fotonya dan mempostingnya lengkap dengan nomor telepon gadis itu. Di profil itu ditulis bahwa sang gadis 'mencari teman tidur' dan 'terbuka untuk berhubungan intim. Tak lama kemudian, banyak panggilan cabul masuk ke ponselnya. Remaja perempuan itu kemudian menyadari bahwa dia telah dijebak. "Karena tak menemukan jalan keluar, dia bunuh diri," kata penyidik​​. Sebelum membuat profil palsu dengan nama gadis itu, Faisal pertama kali memposting gambar rekayasa gadis itu pada profilnya sendiri.
Menurut penyidik, gadis tersebut gantung diri di atas balok besi dengan menggunakan kain selendang dupatta. "Dalam catatan bunuh diri, dia mengklaim bahwa dia terpaksa untuk bunuh diri setelah difitnah di situs jejaring sosial," kata penyidik Rashid Munir Khan. Polisi yang menyelidiki kasus ini tampak terguncang. "Kalau saja dia datang kepada kami sebelum mengambil langkah tersebut," kata salah seorang petugas. Para penyidik mengimbau anak-anak terutama remaja agar dapat banyak belajar dari insiden yang menyakitkan ini. "Kami memohon kepada semua korban cyberbullying untuk menghubungi kantor polisi setempat dan unit cyber. Kami akan memberikan semua bantuan hukum, konseling psikologis dan menghapus profil palsu itu," tegas Rashid.
ü  Pendekatan psikologi
Perkembangan Kognitif Remaja
Remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan umumnya dimulai pada usia 12 tahun dan berakhir pada usia 20 tahun (Papalia & Olds). Perkembangan psikologis remaja ditandai dengan perubahan cara pandang dan pola pikir. Interaksi antara faktor fisik dan psikis remaja berkonsekuensi kepada perubahan perilaku pada remaja.
Apabila ditinjau dari perkembangan kognisi dari Piaget, remaja telah memasuki tahap operasional formal, yaitu suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme, yaitu ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain dan hanya melihat masalah dari sudut pandang pribadinya sendiri.
Dalam perkembangan psikososial, E. Erikson mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity vs identity confusion. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat.
Remaja identik dengan kecenderungan mencoba hal baru, mudah mengalami perubahan minat, mudah tertarik terhadap suatu hal, namun mudah pula mengalami kebosanan. Persentuhan remaja dengan dunia maya menjadi lebih intens. Internet dianggap mampu memenuhi kebutuhan remaja untuk lebih mengenal dan memperluas lingkungan sosial.
Sesuai dengan tugas perkembangan remaja yaitu mulai mengembangkan keterampilaan komunikasi interpersonal dengan bergaul dengan teman sebaya dan orang lain secara individu maupun kelompok, minat remaja terhadap internet mengarah kepada keikutsertaan dalam situs jejaring sosial. Bagi remaja, facebook dianggap sebagai salah satu sarana untuk menunjukkan eksistensi diri remaja. Eksistensi tersebut berkaitan dengan penerimaan oleh kelompok dan teman sebaya. Keanggotaan dalam suatu kelompok dianggap sebagai bukti eksistensi diri remaja. Hal tersebut menjadi penjelas pesatnya perkembangan facebook pada remaja. Maraknya penyalahgunaan internet terutama facebook yang melibatkan remaja juga disebabkan karena kematangan kognitif yang belum sempurna dan kondisi emosi yang belum stabil.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress).
Guanarso (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu :
·         Ketidakstabilan emosi.
·         Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
·         Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
·         Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
·         Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
·         Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
·         Senang bereksperimentasi.
·         Senang bereksplorasi.
·         Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
·         Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Bunuh Diri Remaja perempuan lebih mungkin untuk berikir bunuh diri jika mereka merasa terasing atau tidak memiliki teman atau jika mereka mengenal seseorang yang melakukan bunuh diri (Bearman & Moody, 2004). Dibandingkan remaja laki-laki, remaja perempuan cenderung lebih banyak memiliki gangguan suasana hati dan gangguan depresi.
Bagaimanakah profil psikologis remaja yang bunuh diri? Mereka sering memiliki gejala depresi (Woolgar & Tranah, 2010). Meskipun tidak semua remaja depresi berusaha bunuh diri, depresi adalah faktor yang paling sering berkaitan dengan bunuh diri remaja (Bethell & Rhoades, 2008; Nrugham, Holen, & Sund, 2010).


Thursday, October 29, 2015

Disinhibisi dan Internet
Adam N. Joinson
Universitas Terbuka
Milton Keynes, Inggris Raya

Bukti untuk Disinhibition
Pornografi Internet
Penjelasan dari Disinhibition di Internet
Kesimpulan
Referensi

Selama sepuluh tahun terakhir penelitian tentang psikologi dan Internet, ada pengakuan umum bahwa orang sering berperilaku berbeda ketika secara online dari dalam situasi offline kira-kira setara (e.g, Joinson, 2003; Suler, 2004).
Misalnya, mereka mungkin keterlaluan pada saat online, sementara pemalu disaat  offline. Mereka mungkin menggosip dan meneruskan e-mail orang lain secara online. Atau, mereka mungkin mencari informasi secara online (seperti informasi kesehatan atau pornografi) bahwa mereka tidak akan bermimpi melakukan offline.
Dalam bab ini, saya berpendapat bahwa penjelasan yang mengandalkan hanya pada aspek media (misalnya, anonimitas) dan mereka dianggap psikologis dampak (misalnya, mengurangi kekhawatiran bagi manajemen kesan) ditakdirkan gagal untuk sepenuhnya menjelaskan perilaku disinhibited online.

BUKTI UNTUK RASA MALU DIRI PENGUNGKAPAN DAN INTERNET
Baru-baru ini, Chesney (2005), dalam sebuah studi skala kecil dari buku harian online, melaporkan tingkat tinggi pengungkapan informasi sensitif, dengan setengah dari peserta nya mengaku tidak pernah menahan informasi dari buku harian mereka.
Dalam serangkaian penelitian yang dilaporkan oleh Joinson (2001), tingkat pengungkapan diri diukur dengan menggunakan analisis isi transkrip dari tatap muka (FTF) dan diskusi sinkron CMC (mempelajari satu), dan dalam kondisi anonimitas visual  dan link video selama CMC (mempelajari dua). Sesuai dengan efek diprediksi, pengungkapan signifikan lebih tinggi bila peserta mengobrol menggunakan sistem CMC sebagai lawan FTF.
Dalam studi kedua, menggabungkan link video saat peserta mengobrol menggunakan program CMC menyebabkan tingkat keterbukaan diri yang mirip dengan tingkat FTF, sedangkan kondisi perbandingan (ada link video) menyebabkan signifi kan tingkat yang lebih tinggi dari pengungkapan diri. Hasil ini penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat tinggi pengungkapan diri secara efektif dapat dirancang keluar dari interaksi Internet (misalnya, melalui penggunaan link video atau akuntabilitas isyarat (Joinson 2001, studi 3), serta mendorong.

Menurut Teori Pengurangan Ketidakpastian (URT; Berger & Calabrese,1975)
Orang termotivasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam interaksi untuk meningkatkan prediktabilitas.Dalam interaksi FTF, ketidakpastian dapat dikurangi melalui baik lisan dan komunikasi nonverbal dan isyarat. Tidwell dan Walther berhipotesis bahwa selama CMC, perilaku ketidakpastian-mengurangi yang berbasis teks saja, termasuk peningkatan kadar dari keterbukaan diri dan pertanyaan meminta. Untuk menguji ini, Tidwell dan Walther direkrut 158 siswa untuk mengadakan diskusi berpasangan lawan jenis dengan pasangan yang tidak diketahui menggunakan sistem CMC atau FTF. Percakapan berikutnya yang dianalisis konten untuk pengungkapan menggunakan luas dan kedalaman indeks pengungkapan diri yang dikembangkan oleh Altman dan Taylor (1973).

Flaming dan Prilaku Anti Sosial
Maksud dengan flaming disini adalah gencarnya berbicara atau sia-sia dalam obrolan. Namun, umumnya dinilai sebagai prilaku negatif atau anti sosial pada jaringan komputer. Penelitian tentang hal tersebut terhambat oleh kurangnya kejelasan dalam definisi yang digunakan untuk pengukuran di laboratorium Penelitian.
Menurut Kiesler, flaming di oprasionalkan sebagai :
- Pernyataan sopan
- Sumpah
- Seruan
- Ekspresi perasaan pribadi terhadap yang lain
- Penggunaan superlatif
Hal - hal ini biasa terjadi di diskusi yang berbasis teks tatap muka
Bukti Empiris untuk Flaming
Dalam penelitian awal yang diuraikan Keisler, ada 4 tahap prilaku verbal, yaitu :
1. Komunikasi tatap muka
2. Anonim computer conferencing
3. Non- anonim computer conferencing
4. Email

Kemudian Castella membandingkan penggunaan email, video conferencing / tatap muka, mereka dikatagorikan flaming menjadi "pembicara formal" yang mencakup komentar ironis dan ekspresi dengan karakteristik tertentu.
Flaming lebih mungkin terjadi didiskusi berbasis teks dari pada tatap muka/ video conferecing. Dalam analisis lebih lanjut, pelenitian Castella tidak menemuka hubungan kejelasan individu atau keakraban kelompok dan flaming, dikarenakan masih melakukan penilaian tentang pembicaraan informal.

Dalam studi psikologi www focus dalam 3 bidang utama yaitu :
1.      Penggunaan www untuk melakukan penelitian psikologis (misalnya, Birnbaum, 2004)
2.      Interaksi antar muka dan kegunaan
3.      Proses psikologi dalam perilaku
Internet sangat penting untuk mencari informasi baik dalam bidang akademik ataupun non akademik. Dalam hal ini psikologi terkait dengan pencarian informasi atau “browsing” di internet telah menyita perhatian dari peneliti psikologis. Kaus yang beredar pada mesin pencari informasi ini adalah adanya perilaku menyimpang dalam mengakses informasi. Kelalaian orang yang menggunakan internet yang berlebih dan tidak terkontrol adalah adanya penyimpangan perilku social,

INTERNET PORNOGRAFI
Salah satu penyimpangan internet yang terjadi pada masa sekarang adalah mengakses pornografi secara bebas dan transparan. Dan pornografi yang berada di internet berada di garis depan perkembangan internet pada saat ini. Pornografi di internet sangat mudah di akses menggunakan video, foto, dan lain-lain.
Rimm seorang peneliti di Carnegie mellon university telah meneliti dan mensurvai gambar pornografi di layanan internet mencapai 83,5%

FORMAT DAN PORNOGRAFI DI INTERNET.
Mehta dan Plaza (1997) mnganalisis 150 gambar seksual yang diambil dari 17 news group pada tahun 1994 sebagian besar gambar yang di posting oleh perusahaan adalah 65%, dan mencatat bahwa isi dari pornografi di internet tampaknya berbeda dengan yang berada di majalah-majalah dan video. Kelompk seks yang ditemukan dalam situs internet sebanyak (15,18 dan 11% masin-masing). Namun, persepsi anonimitas Web browsing mungkin membuat mengakses gambar porno sosial dan psikologis lebih aman online dari pada off line. Tentu saja, itu juga jauh lebih nyaman, serta menyediakan, di Setidaknya untuk pengguna rumah, privasi konsumsi (sesuatu distributor pornografi bertujuan untuk banyak waktu). Anonimitas, atau setidaknya persepsi anonimitas, adalah penjelasan yang biasa untuk perilaku Web disinhibited ( misalnya, Joinson, 1998). Namun, untuk memahami dampak anonimitas pada perilaku Web, kita perlu memperhitungkan berbagai jenis anonimitas dan dampak diferensial pada perilaku. Persepsi anonimitas adalah sesuatu yang harus dirancang ke dalam sistem, bukan sesuatu yang Internet menyediakan sebagai hak kesulungan. Ketika kita berpikir tentang anonimitas dan perilaku Web, kita juga perlu faktor dalam konten yang sebenarnya dicari dan, dengan demikian, kekhawatiran pengguna tentang bagaimana bersedia mereka untuk menangguhkan masalah privasi dalam mencari informasi. Untuk seseorang mencari berpotensi materi ilegal atau rentan, privasi dan anonimitas kekhawatiran perlu diatasi melalui desain sistem atau protokol yang menangani masalah ini sebelum kita melihat efek disinhibitory.

PENJELASAN DISINHIBITION di INTERNET
DEINDIVIDUATION
Konsep deindividuation dapat ditelusuri ke peneliti Perancis Gustave Le Bon pada tahun 1895. Le Bon berpendapat bahwa menjadi anggota dari kerumunan menyebabkan perendaman, sebuah negara di mana kendala normal pada perilaku individu yang dihapus. Dalam psikologi sosial modern eksperimental, yang deindividuation jangka diciptakan oleh Festinger dkk. Menurut Festinger et al., Ketika seseorang tidak diindividuasikan dalam kelompok, "Ada kemungkinan akan terjadi untuk memberi pengurangan kendala dalam" (p. 382). Pendekatan ini diperpanjang oleh penelitian Zimbardo (1969). Menurut Zimbardo, anonimitas, gairah, kelebihan indrawi, mengubah pikiran obat, dan pengurangan diri fokus mengarah deindividuation dan dari situ ke disinhibited, perilaku bermusuhan. Selama 1970-an dan awal 1980-an, Teori deindividuation menjadi sasaran serangkaian formulasi ulang, berbagai memperhitungkan peran berkurang fokus internal (Diener, 1980) dan mengurangi kesadaran komponen masyarakat dari perilaku sendiri (Prentice-Dunn & Rogers, 1982). Prentice-Dunn dan Rogers menyarankan bahwa deindividuation disebabkan oleh dua faktor: pengurangan isyarat akuntabilitas (misalnya, anonimitas atau keanggotaan kelompok mengarah ke kekhawatiran berkurang tentang reaksi orang lain) dan mengurangi swasta kesadaran diri (dan karena itu penurunan self-regulation dan penggunaan internal standar). Menurut beberapa peneliti CMC, orang berkomunikasi melalui komputer dapat deindividuated. Misalnya, Kiesler et al. (1984) berpendapat bahwa ketika pengguna CMC adalah anonim, dan mungkin ia difokuskan pada tugas di tangan, bukan penerima standar internal mereka, maka ia adalah deindividuated. Namun, pandangan ini dari pengguna CMC rata sebagai deindividuated telah mengkritik keras (Lea et al, 1992;. Postmes & Spears, 1998; Reicher et al., 1995). Lea dkk. (1992) berpendapat bahwa CMC tidak antinormative (seperti yang disarankan oleh penjelasan deindividuation), melainkan kadang-kadang di bawah Kontrol norma yang berasal dari identitas sosial yang aktif.

Mengurangi Isyarat Sosial
Penjelasan terkait perilaku online disinhibited berasal dari bandwidth terbatas jaringan CMC, dan pengurangan berikutnya dugaan di isyarat-isyarat sosial selama interaksi. Ini, menurut isyarat sosial berkurang Pendekatan, mengarah ke penurunan pengaruh norma-norma sosial dan kendala (Kiesler et al, 1984;.) Dan dengan demikian menyebabkan anti perilaku normatif dan diregulasi.
Menurut berkurang isyarat sosial (RSC) model, lebih rendah sosial dan kontekstual isyarat mengarah ke (a) pergeseran atensi terhadap tugas daripada penerima, (b) pengurangan hirarki yang normal dengan menghapus petunjuk status, isyarat kepemimpinan, dan sebagainya, dan (c) deindividuation, disebabkan oleh kombinasi dari anonimitas, kurangnya nasib sendiri dan lainnya-focus, dan menurunkan self-regulation (lihat Spears & Lea, 1992, untuk Ringkasan dari pendekatan ini).
Namun, pendekatan RSC telah mengecam keras untuk mengambil "Socialness" dari CMC (lihat Spears & Lea, 1992). Menurut model RSC, infl sosial pengaruh di CMC akan terutama didasarkan pada keseimbangan informasi dipertukarkan (Kiesler et al., 1984). Namun, Spears dan Lea (1992) meringkas kelompok Penelitian polarisasi yang menunjukkan bahwa CMC, dalam keadaan tertentu, mematuhi normatif infl pengaruh daripada pinjaman itu sendiri untuk perilaku antinormative.
Namun, pengembangan hubungan online, di samping pengembangan isyarat antarpribadi sosial (misalnya, smilies, tanda-tanda tindakan) dan isyarat kategori terkandung di judul e-mail dan tanda tangan (misalnya, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan), menunjukkan bahwa CMC tidak kekurangan "socialness" (Spears & Lea, 1992).

DUA-KOMPONEN DIRI-KESADARAN MODEL
Menurut Duval dan Wicklund (1972), perhatian sadar bias diarahkan lingkungan (disebut "publik" kesadaran diri) atau ke arah diri (disebut "swasta" kesadaran diri). Kesadaran diri publik disebabkan oleh situasi di mana seorang individu menyadari kemungkinan sedang dievaluasi (misalnya, ketika yang direkam atau dinilai) atau ketika mereka khas sosial (misalnya, ketika mereka adalah minoritas di kelompok). Kesadaran diri pribadi adalah ketika orang menyadari motif batin mereka, sikap, tujuan, dan sebagainya, dan dapat diinduksi, misalnya, oleh memiliki orang-orang melihat ke dalam cermin. Menjadi pribadi sadar diri harus mengarah perilaku yang diatur oleh tujuan individu, kebutuhan, dan standar (Carver & Scheier, 1981). Menurut Matheson dan Zanna, swasta dan kesadaran diri public dianggap "relatif ortogonal" (hal. 222), yaitu, seseorang dapat menyadari "baik, satu atau tidak aspek dari diri "(hal. 222).
Matheson dan Zanna berpendapat bahwa bukti dari CMC menunjukkan bahwa orang mungkin telah meningkat kesadaran diri pribadi, dan mengurangi kesadaran diri publik, selama CMC. Sebagai besar keterbukaan diri dikaitkan dengan tinggi kesadaran diri pribadi (Franzoi & Davis, 1985), ini akan menunjukkan bahwa pengguna computer Pengalaman meningkat kesadaran diri pribadi karena kami melihat peningkatan pengungkapan diri on line. Selanjutnya, orang cenderung untuk merespon dengan cara yang kurang diinginkan sosial saat berkomunikasi melalui komputer dibandingkan dengan tes pena-dan-kertas (Kiesler & Sproull, 1986), terlepas dari tingkat anonimitas (Joinson, 1999). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran diri pribadi mungkin akan dikaitkan dengan penurunan kekhawatiran untuk evaluasi, atau kesadaran diri publik.
Matheson dan Zanna (1988) diuji gagasan ini dalam sebuah penelitian yang membandingkan tingkat kesadaran diri dari 27 mahasiswa psikologi pengantar membahas topik menggunakan komputer dan 28 siswa membahas topik FTF yang sama. Mereka menemukan bahwa "pengguna dari komunikasi melalui komputer dilaporkan kesadaran diri pribadi yang lebih besar dan publik kesadaran diri sedikit lebih rendah dari mata pelajaran berkomunikasi tatap muka " (p. 228).
Hal ini menunjukkan bahwa sementara kekhawatiran presentasi diri berkurang (melalui lebih rendah kesadaran diri publik), pengaturan diri dan fokus pada keadaan internal dan standar mungkin ditingkatkan (melalui pribadi kesadaran diri yang lebih tinggi). Matheson dan Zanna sendiri menaikkan dua kritik utama dari penelitian ini: Pertama, peserta hanya dibahas selama 15 menit; kedua, dua item yang terdiri dari ukuran kesadaran diri pribadi tampaknya kurang reliabilitas internal.
Kesadaran diri publik berkurang dengan menekankan anonimitas dan meningkat dengan meningkatkan isyarat akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi di mana publik kesadaran diri pribadi dan rendah tinggi yang dikombinasikan menyebabkan tingkat tinggi keterbukaan diri, mirip dengan yang terlihat di lingkungan CMC naturalistik.
Sassenberg dkk. (2005) meneliti peran kesadaran diri pribadi dalam sikap berubah selama CMC. Mereka menemukan bahwa dampak media (CMC dibandingkan FTF) tentang perubahan sikap itu dimediasi oleh swasta kesadaran diri-yaitu, mengurangi sikap perubahan selama CMC dibandingkan dengan FTF itu tergantung pada peningkatan pribadi kesadaran diri selama CMC. Dalam penelitian kedua, mereka juga menemukan bukti bahwa swasta kesadaran diri sifat dimoderasi dampak media terhadap perubahan sikap. Bersama-sama, studi ini kerahasiaan rm peran kesadaran diri dalam memahami dampak CMC pada perilaku.
Karya kedua Joinson dan Sassenberg dkk. menunjukkan bahwa perilaku online dapat dipahami dalam arti interpersonal. Artinya, fokus kami pada diri kita sendiri relative untuk orang lain menjelaskan (beberapa) aspek perilaku online. Namun, kesamaan dengan model berikutnya (SIDE), pendekatan kesadaran diri menunjukkan bahwa secara online perilaku diatur-baik oleh sikap dan keyakinan kita sendiri (melalui peningkatan kesadaran diri pribadi) atau keanggotaan kelompok kami dan sikap terkait (melalui identitas sosial yang menonjol).

Catatan:
  • Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network

SOSIAL  IDENTITAS PENJELASAN DEINDIVIDUATION EFEK
Menurut model ini, kebanyakan deindividuation efek,  dapat dijelaskan tanpa bantuan deindividuation. Anonimitas, karena kurangnya fokus pada diri sebagai individu,cenderung mengarah pada aktivasi identitas sosial daripada aktivasi identitas pribadi (Reicher et al., 1995). Hal ini menyebabkan pengaturan perilaku berdasarkan norma-norma yang terkait dengan kelompok sosial yang menonjol. Misalnya, Reicher et al. (1995)melaporkan sebuah studi pada polarisasi kelompok di mana arti-penting dari keanggotaan grup ,dalam hal ini sebagai mahasiswa psikologi dan anonimitas peserta adalah dimanipulasi. Polarisasi kelompok adalah kecenderungan untuk sikap kelompok untuk menjadi lebih ekstrem ke arah sikap rata-rata mengikuti diskusi kelompok.Reicher et al. meramalkan bahwa akan ada interaksi antara kelompok arti-penting dan anonimitas. Anonimitas dalam kelompok menghasilkan tingkatan sesuai dengan norma-norma kelompok, bukan dari perilaku anti-normatif "(Reicher et al., 1995, p. 182). Menjelaskan  rasa malu umum, daripada kelompok polarisasi, CMC. Salah satu penjelasan adalah keberadaan perilaku verbal tanpa hambatan, dan berpendapat bahwa itu mungkin baik pada konteks tergantung dalam normatif  CMC (misalnya, Lea et al., 1992). Ini memerlukan identitas sosial menjadi penting, dan bahwa norma-norma yang terkait dengan identitas sosial terhadap rasa malu. Tentu saja, yang rasa malu di CMC bisa dicirikan pengungkapan diri menunjukkan bahwa  dalam memprediksi perilaku pada jaringan komputer adalah konteks ketergantungan. Namun,itu ada ketika pengguna non-anonim, dan banyak informai dalam diri yang relevan.

PENJELASAN MULTI-FAKTOR
anonimitas adalah visual seperti yang digunakan oleh peneliti yaitu, meskipun banyak interactants secara online mengenal satu sama lain, anonimitas visual yang mengarah ke situasi mirip dengan psikoterapis tradisional duduk di belakang klien untuk mendorong pengungkapan. Asynchronicity memungkinkan orang untuk terlibat dalam "hit emosional dan menjalankan"; mereka tidak perlu menghadapi reaksi langsung terhadap perilaku mereka. Sementara itu, introjeksi solipsistik adalah karena kurangnya visualatau lisan pengguna isyarat-internet membaca pesan e-mail dalam suara mereka sendiri di kepala mereka,menyebabkan proses penggabungan dan mungkin transferensi. Ketika dikombinasikan dengan disosiatif imajinasi-bahwa kita dapat meninggalkan dunia imajiner dari Internet belakang ketika kita matikan computer menurut Suler, kita juga bisa meninggalkan tanggung jawab untuk perilaku kita dalam bidang yang berbeda ini. Akhirnya, Suler mengklaim bahwa Internet menyebabkan minimalisasi otoritas.

PENDEKATAN PRIVASI BERBASIS UNTUK MEMAHAMI
Rasa malu ,Joinson dan Paine (di media) berpendapat bahwa peningkatan pengawasan Kegiatan internet membuat penjelasan hanya berdasarkan anonimitas.         
Internet, dan media baru pada umumnya, cenderung mengikis privasi melalui metode lain antara lain, data mining, cookies, dan data jejak kaki. Seringkali, kesan privasi adalah fatamorgana; tingkat tinggi pribadiInformasi yang diadakan oleh sejumlah gate keeper melalui proses pendaftaran,cache, dan log disimpan di berbagai server atau catatan bahkan berbasis local, karena itu menjadi penting untuk memahami peran gatekeeper tersebut untuk memahami sepenuhnya disinhibisi online. Joinson dan Paine (dalam pers) mengusulkan bahwa serta melihatdampak tingkat mikro dari lingkungan media pada pengungkapan, satu juga perlumelihat tingkat makro-konteks yang lebih luas di mana perilaku tingkat mikro. Cally spesifik, Joinson dan Paine mengidentifikasi kepercayaan, kontrol, dan biaya penting untuk memahami efek disinhibitory. Joinson dan Paine berpendapat bahwa ini memungkinkan pengguna untuk membeli nama samaran, misalnya, melalui penggunaan julukan pada Server chat. Sebuah proses yang kedua Joinson dan Paine mengidentifikasi berkaitan dengan biayadan benefi ts dari suatu kegiatan. Banyak "disinhibited" kegiatan yang dilakukan secara online misalnya,cybersex, pengungkapan diri, mengakses pornografi membawa biaya dalam kehidupan nyata. Pengungkapan diridapat membuat discloser rentan terhadap orang lain, saat mengakses pornografi bisa menjadi penyebab malu . Internet juga dapat mengatasi keseimbangan biaya dan benefi ts dengan mengurangi kemungkinan biaya dari perilaku-mengungkapkan rahasia .

 KESIMPULAN

Disinhibisi adalah salah satu dari beberapa dilaporkan secara luas dan mencatat Media efek interaksi online. Namun, meskipun bukti rasa malu yang terjadi dalam jumlah konteks yang berbeda secara online, termasuk CMC, Web-log dan pengajuan bentuk Web, yang paling pendekatan untuk memahami fenomena Confine mereka-diri untuk mempertimbangkan dampak dari faktor-anonimitas tunggal. Saya berpendapat bahwa dengan berfokus hanya pada efek tingkat mikro media ini, konteks yang lebih luas di mana perilaku dilakukan diabaikan-dan mengabaikan konteks ini membatasi bagaimana kita dapat konsep perilaku online. Dengan mempertimbangkan konteks yang lebih luas, dan khususnya, implikasinya untuk privasi, adalah mungkin untuk mengembangkan gambaran yang lebih bernuansa perilaku online disinhibited menemukan situasi.

Friday, June 19, 2015

Tugas Softskill

#3 Artikel Psikologi yang Kreatif
 
Tes IST (Intelligenz Struktur Test)

Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt, Jerman pada tahun 1953. Amthauer mendefinisikan inteligensi sebagai keseluruhan struktur dari kemampuan jiwa-rohani manusia yang akan tampak jelas dalam hasil tes. Intelegensi hanya akan dapat dikenali (dilihat) melalui manifestasinya misalnya pada hasil atau prestasi suatu tes.

Berdasarkan pemikiran ini Amthauer menyusun sebuah tes yang dinamakan IST dengan hipotesis kerja sebagai berikut: “Komponen dalam struktur tersebut tersusun secara hierarkis; maksudnya bidang yang dominan kurang lebih akan berpengaruh pada bidang-bidang yang lain; kemampuan yang dominan dalam struktur intelegensi akan menentukan dan mempengaruhi kemampuan yang lainnya.”

 Pandangan Amthaeur pada dasarnya didasari oleh teori faktor, baik itu teori bifaktor, teori multifaktor, model struktur inteligensi Guilford dan teori hirarki faktor. Berdasarkan teori faktor, untuk mengukur inteligensi seseorang diperlukan suatu rangkaian baterai tes yang terdiri dari subtes-subtes. Antara subtes satu dengan lainnya, ada yang saling berhubungan karena mengukur faktor yang sama (general factor atau group factor), tapi ada juga yang tidak berhubungan karena masing-masingnya mengukur faktor khusus (special factor). Sedangkan kemampuan seseorang itu merupakan penjumlahan dari seluruh skor subtes-subtes. Maka Amthauer menyusun IST sebagai baterai tes yang terdiri dari 9 subtes (Polhaupessy, dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).

Karakteristik dari baterai tes Amthauer menunjukkan adanya suatu interkorelasi yang rendah antar subtesnya (r=0.25) dan korelasi antara subtes dengan jumlah (keseluruhan subtes) yang rendah pula (r=0.60).

Semenjak diciptakan, IST terus dikembangkan oleh Amthauer dengan bantuan dari para koleganya
  • Hal yang menarik bagi kelompok adalah dengan sebuah tes kita dapat mengukur intelegensi seseorang.
  • Prospek jangan panjang akan sangat memudahkan psikolog untuk mengukur intelegensi seseorang dan menempatkan pekerjaannya yang sesuai dengan intelegensi dan kemampuannya pasti akan terus berkembang karna manfaatnya yang sangat berguna pasti akan selalu di butuhkan.
  • Tantangannya: peserta yang mengikuti tes sering mengalami kesulitan dalam menghadapi tes ini.

Lie Detector

Orang-orang berbohong dan menipu orang lain karena berbagai alasan. Paling sering, berbohong adalah mekanisme pertahanan yang digunakan untuk menghindari masalah dengan hukum, atasan atau figur otoritas. Terkadang, Anda dapat mengetahui bahwa seseorang itu berbohong, tetapi lain waktu mungkin tidak begitu mudah. Polygraphs, atau yang biasa disebut “detektor kebohongan/lie detector” adalah alat yang memantau seseorang melalui reaksi fisiologis.


Tampak bagian jari jari orang yang di tes di pasangi sebuah sensor yang terhubung ke mesin


Tampak diatas sensor sensor juga dipasang di sekitar dada dan lengan untuk mendeteksi nadi dan jantung
Sebuah instrumen poligraf pada dasarnya adalah kombinasi alat-alat medis yang digunakan untuk memantau perubahan yang terjadi dalam tubuh. seseorang akan ditanya tentang peristiwa atau kejadian tertentu, para pemeriksa (operator alat lie detector sekaligus biasanya seorang penyidik atau forensic psychophysiologist ) tampak melihat bagaimana detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan dan aktivitas elektro-dermal (keringat, dalam kasus ini jari-jari) perubahan perbandingan tingkat normal.

Fluktuasi mungkin menunjukkan bahwa orang ini sedang menipu atau berbohong. Lie Detector mendeteksi adanya kebohongan dari sistem gelombang. bila seseorang bohong maka gelombang akan bergetar cepat. sebaliknya jika seseorang jujur, maka gelombang tidak bergetar dengan cepat dan tidak terdeteksi oleh Lie Detector

Saat seseorang melakukan sebuah tes kebohongan, maka orang tersebut akan dipasangkan 4 sampai 6 sensor, dan dihubungkan dengan sebuah gambar grafik yang menunjukkan hasil hasil dari pertanyaan yang diajukan. Sensor sensor tersebut biasanya merekam aktifitas seperti yang disebutkan diatas. Kadang-kadang poligraf juga akan mencatat hal-hal seperti gerakan lengan dan kaki.

Ketika tes poligraf dimulai, sang investigator atau penanya akan memberi 3-4 pertanyaan yang simpel dan sederhana dengan jawaban yang diketahui dengan tujuan untuk membentuk suatu fisiologis “dasar.”. setelah itu beranjak ke pertanyaan berat yang kemudian indikatornya bisa ditampilkan dalam sebuah grafik naik turun mirip sebuah sesimograph pencatat gempa.



  •  Hal yang menarik bagi kelompok adalah alat ini dapat mengetahui bahwa seseorang berbohong walaupun bahasa tubuhnya menutupi bahwa iya tidak berbohong.
  •  Prospek jangka panjang pasti akan sangat di butuhkan untuk mengetahui seseorang dia berbohong atau tidak. Dan pasti akan sangat berkembang karna peneliti pasti akan memperbaiki hal yang kurang pada alat tersebut.
  • Tantangannya: tidak semua seseorang yang berbohong mau untuk dites menggunakan alat ini karna secara tidak langsung dia akan membuka aibnya sendiri 




- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. Astri Deristianti
2. Ayuningtyas Pramatasari
3. Chantika Ariesty Silooy
4. Dian Ratnasari
5. Ishma Shabur Annisa


#2 Penemuan

Penemuan yang paling bermakna menurut kelompok kami adalah:

1.       Slingshot (Water Purifier)
Alasan kami memilih alat ini karena di Indonesia terkadang sulit untuk mendapatkan air bersih. Karna air bersih adalah kebutuhan yang sangat penting untung kelangsungan hidup banyak orang, dengan alat ini sumber air menjadi terjamin walaupun pada awalnya air itu berasal dari air yang tidak bersih.

2.       Sky Farm
Alasan kami memilih alat ini karena lahan pertanian di Indonesia sudah mulai berkurang karna lahan untuk persawahan yang mulai tergusur untuk perumahan dan berbagai tempat lainnya, Sky Farm adalah slah satu teknologi yang sangat membantu untuk lahan pertanian.

3.       Highway sky
Alasam kami memilih alat ini karna padatnya penduduk yang ada dikota kota besar yang sebagian besar memiliki kendaraan yang pasti akan membuat jalan padat di jam berangkat kerja dan pulang kerja. Highway sky akan sangat membantu mengurangi kepadatan jalan raya yang sering membuat macet jalanan yang sangat membosankan.
    Dari ketiga penemuan di atas menurut kelompok kami penemuan yang paling dibutuhkan/di perlukan di Indonesia adalah Slingshot (Water Purifer) karena masih banyak tempat di Indonesia yang krisis air bersih akibat sungai yang tercemar limbah rumah tangga maupun pabrik dengan adanya alat ini di Indonesia air yang sudah tercemarpun dapat kembali jernih dan aman untuk di konsumsi.


-Mata Kuliah Softskill-          
         -1PA10-

Astri Deristianti
Ayuningtyas Pramatasari
Chantika Ariesti Silooy
Dian Ratnasari
Ishma Shabur Annisa

#1 Vending Machine Kue Cubit

1.    Product

Nama mesin : Vending Machine Kue Cubit

Alasan          : karena sekarang ini kue cubit sedang trend , agar masyarakat lebih mudah mendapatkan kue cubit yang diinginkan tanpa harus datang ke restoran dan harus menunggu lama untuk mendapatkan kue cubit.


2.       Person

Yang terlibat dalam penciptaan karya ini adalah :

Yang mendukung keberhasilan :

  • Perusahaan pengguna jasa.
  • BPOM
  • DEPKES
Peran perusahaan pengguna jasa adalah mereka yang menyediakan bahan baku untuk membuat kue cubit dan berbagai perlengkapan lainnya.
Peran BPOM sudah mengecek kelayakan pangan untuk dikonsumsi masyarakat
Peran DEPKES sudah mengecek dari segikesehatan.

Untuk siapa target :

Vending machine kue cubit ini di peruntukan untuk berbagai kalangan masyarakat yang menyukai makanan kue cubit ini.

3.       Press

    1.       Apa yang memotivasi

               Karna sekarang kue cubit sedang naik daun dengan berbagai macam topping dan rasa yang menarik.  

    2.       Apa dampak positif dan negative

          Positif   :

  • Lebih memudahkan peminat kue cubit mendapatkannya
  • Masyarakat bisa memilih sendiri varian rasa dan toping hanya dengan menekan tombol yang berada di mesin.
  • Menghemat waktu untuk membeli kue cubit karna tidak harus repot datang ke café dan menunggu untuk waktu yang lama.
  • Untuk pembayaran bisa di lakukan dengan 2 cara bisa menggunakan electronic card atau uang tunai yang ada di mesin.
  •  Vending machine ini akan di sediakan di berbagai tempat umum misalnya di stasiun, kampus, pinggir jalan, di sekitar pusat kota, di mall.

     
    Negative  :
  •  Mesin kadang lebih suka eror
  • Masyarakat yang tidak tau cara pakai bisa salah pilihan
  • Butuh biaya banyak dan harus selalu di cek kebersihan dan keadaan adonan dan alat yang ada di dalam mesin
  • Terkadang electronic card tidak dapat di pakai, dan harus menggunakan uang pas ketika membayar dengan uang tunai.
         Prediksi    :
  
       Keadaan mesin kurang terawat karna banyaknya pemakai, dan masyarakat serta oknum yang tidak bertanggung jawab.
          Mendukung      : banyaknya peminat kue cubit.
          Menggagalkan : mungkin para pedagang kue cubit kaki lima dan café atau restoran kurang mendukung dan pasti banyak protes.

        Cara mengantisipasi :

  •  Memberikan sosialisasi kepada pedagang.
  •  Mengajari cara memakai vending machine ke masyarakat.
  •  Menghibau kepada masyarakat untuk merawat mesin tersebut.

4.       Proses


  • Membuat desain mesin yang akan dibuat.
  • Memberikan contoh mesin tersebut kepada perusahaan penerima jasa.
  • Jika mesin tersebut diterima dan layak pakai, kami meminta surat izin ke BPOM dan DIKES agar mesin tersebut dapat langsung digunakan.
  • Setelah meminta surat izin, kami langsung mengsosialisasikan cara menggunakan mesin tersebut kepada konsumen.
  • Vending Machine Kue Cubit siap untuk digunaka


- Mata Kuliah Softskill-
           -1PA10-

1. Astri Deristianti
2. Ayuningtyas Pramatasari
3. Chantika Ariesty Silooy
4. Dian Ratnasari
5. Ishma Shabur Annisa