Search This Blog

Monday, October 9, 2017

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI DAN PENGERTIAN INFORMASI

1.  Pengertian Sistem

Sulistyawan (2013) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur–prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama–sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Mulyadi (2011) menyebutkan sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama – sama untuk mencapai tujuan tertentu
Sopearlam (1996) menyatakan sistem adalah serangkaian bagian yang disesuaikan untuk menyelesaikan serangkaian sasaran.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian yang saling berhubungan satu dengan lainnya untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.




2.  Pengertian Informasi
Hartono (1990), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. 
Amsyah (2005), informasi adalah data yang sudah diolah ke dalam bentuk tertentu sesuai dengan keperluan pemakaian informasi tersebut.
Kusrini (2007) menyebutkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilankeputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. 
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti sesuai dengan keperluan pemakaian informasi tersebut.


B.  PENGERTIAN SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1. Sistem Informasi
Hutahaean (2015) mengungkapkan sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.
Marimin., Tanjung, dan Prabowo (2006), mengemukakan bahwa sistem informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran informasi. Sistem informasi dapat juga didefinisikan sebagai suatu sistem yang menerima sumber data sebagai input dan mengolahnya menjadi produk informasi sebagai output. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa subsistem atau komponen hardwaresoftware dan brainware. Data dan prosedur untuk menjalankan input, proses, output, penyimpanan, dan pengontrolan yang mengubah sumber data menjadi informasi.
Burch dan Grudnitski (dalam Marimin., Tanjung, dan Prabowo, 2006), mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya sebagai blok pembangun (bulding block). Blok pembangunan ini kemudian dibagi menjadi: blok input (input block), blok model (model block), blok output (output block), blok teknologi (technology block) blok basis data (database block), dan blok kendali (controls block).

Secara detail komponen-komponen yang membentuk blok pembangun sistem informasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Blok input (input block)
Meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.      Blok model (model block)
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang berfungsi memanipulasi data untuk output tertentu.
3.      Blok output (output block)
Berupa output dokumen dan informasi yang berkualitas.
4.      Blok teknologi (technology block)
Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

Hutahaean (2015) mengungkapkan bahwa teknologi terdiri dari unsur utama:
a. Teknisi (human ware atau brain ware)
b. Perangkat lunak (software)
c. Perangkat keras (hardware

5.      Blok basis data (database block)
Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6.      Blok kendali (controls block)
Meliputi masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan/kegagalan sistem. 


Stair (dalam Al-Fatta, 2007) menjelaskan bahwa sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen berikut:
a.       Perangkat keras, yaitu perangkat keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan keluaran data.
b.      Perangkat lunak, yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
c.       Database, yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
d.      Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
e.       Manusia, yaitu personel dari sistem informasi, meliputi manajer, analisis, programer, dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.

Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulakan bahwa sistem informasi adalah suatu kumpulan terdiri dari komponen-komponen dan informasi yang dikombinasi dengan manusia sehingga dapat menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

2. Psikologi
Prabowo & Riyanti (1999) mengemukakan bahwa psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa danlogos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Muhibbinsyah (2001) mengemukakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Sumanto (2014) mengemukakan bahwa definisi psikologi menyangkut dua hal pokok, yaitu perilaku nampak (overt behavior) dan proses mental (kognisi). Secara etimologi psikologi berarti ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Plotnik (dalam Heru Basuki, 2008) mendeskripsikan tujuan dari psikologi sebagai berikut:
a.       Tujuan pertama, psikologi adalah mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku organisasi.
b.      Tujuan kedua, psikologi adalah menjelaskan sebab-akibat dari perilaku.
c.       Tujuan ketiga, psikologi adalah memprediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam situasi tertentu.
d.      Tujuan keempat, psikologi adalah mengotrol perilaku makhluk hidup.

3. Sistem Informasi Psikologi
 Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu
organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.

C. ARSITEKTUR KOMPUTER
Arsitektur komputer ialah suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara berbagai macam komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan sebuah komputer melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target keuangannya.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dalam sebuah sistem komputer. Di dalam arsitektur komputer juga terdapat struktur pengoprasian dasar dari perangkat komputer itu sendiri. Bagaimana nantinya komputer yang akan dirancang dapat beroperasi secara semestinya. Jadi, arsitektur komputer merupakan bahan dasar untuk merancang komputer. Selebihnya, ada beberapa macam dalam arsitektur komputer.
Arsitektur komputer merupakan atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer atau Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program (William Stalling). Arsitektur komputer meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut. Contohnya, set instruksi,aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Maryono dan Istiana (2008) mengemukakan bahwa komputer terbentuk dari tiga komponen pokok, yaitu:
a.       Perangkat keras (hardware). Perangkat keras terdiri atas empat komponen dasar, yaitu perangkat masukan (input unit), perangkat pemroses (central processing unit), perangkat penyimpan (storage unit), dan perangkat keluaran (output unit).
b.      Perangkat lunak (software). Perangkat lunak berwujud program untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu perangkat lunak sistem operasi (operating system software) dan perangkat lunak aplikasi (application software).
c.       Manusia (brainware), yaitu orang yang menjalankan dan mengendalikan hardware dan software.

Zaki & SmithDev Community tahun (2007), komponen komputer terdiri dari:
a.       Peranti input : menerima data dan memasukkannya ke dalam komputer.
b.      Peranti output : menampilkan hasil pengolahan data menggunakan komputer.
c.       Peranti CPU: berfungsi mengatur semua aktivitas yang terjadi di komputer.
d.      Peranti memori : digunakan untuk menyimpan data dan program.

Admin (2014) mengemukakan bahwa terdapat komponen pada arsitektur komputer yang terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
a.       Input (masukan) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer,signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
b.      Proses, sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer.
c.       Penyimpanan, sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
d.      Output (keluaran) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.

Dengan demikian, komponen pada arsitektur komputer antara lain hardware, software, brainware.

D.  STUKTUR KOGNISI MANUSIA
Struktur kognisi merupakan keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya Nurdiaman (2007).
Lefudin (2017) menyatakan struktur kognisi merupakan struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah ke dalam suatu unit konseptual.
Flavell, Miller & Miller (dalam Winarto, 2011) menyatakan bahwa struktur kognisi merupakan mental framework yg dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan dan menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya.
Berdasasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah proses berpikir manusia saat mendapatkan pengetahuan yang ada di lingkungannya, serta memproses di dalam otak manusia dan dapat menghasilkan suatu informasi yang dapat di bagikan kepada orang lain.  
Kognitif manusia sebagai suatu sistem yang terdiri atas tiga komponen, yaitu: 
a.       Input, proses informasi dari lingkungan atau stimulasi yang masuk kedalam panca indera.  
b.      Process, pekerjaan otak untuk mentransformasikan informasi atau stimulus dalam cara yang beragam.  
c.       Ouput, berbentuk tingkah laku, seperti berbicara, menulis, interaksi sosial. dan lain sebagainya.

E. HUBUNGAN ANTARA ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Arsitektur komputer dan Struktur kognisi manusia memiliki kesamaan, yaitu tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan fungsinya, tetapi sebagai satu kesatuan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan struktur masing-masing. Dimana struktur manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi,
Sebagai manusia, walau memiliki kemampuan kognisi yang luar biasa tetap memiliki banyak kekurangan. Untuk membantu manusia dalam pekerjaannya, maka diciptakanlah berbagai teknologi yang disebut kecerdasan buatan (artifical intelegence). Dalam hal ini yang paling dikenal dengan komputer. Komputer terus berkembang, dan dibuat serupa dengan sistem kognisi manusia.
Dikatakan bahwa kognisi manusia mencakup bagaimana manusia menyimpan informasi, ini sama dengan memory, CD-ROM drive, USB flash drive, flash card, atau floppy disk komputer (walau ingatan manusia lebih banyak dari pada memory-memory komputer). Kemudian untuk menyimpan atau mengambil informasi kita bisa menggunakan software khusus.
Komputer juga bisa mentranformasi, yaitu memperbaharui informasi. Contohnya kita dapat mengedit data sesuai perkembangan, atau antivirus yang selalu minta di appgret kembali. Semua komponen tersebut berada dalam satu naungan disebut CPU (Central processing Unit) yang berperan untuk memproses perintah yang diberikan oleh pengguna komputer, mengelolanya bersama data-data yang ada di komputer. CPU diumpamakan sebagai otak dari komputer.
Contoh lain adalah ikon “next” pada OS komputer yang umumnya berbentuk tanda panah kekanan, sedangankan “back” umumnya tanda panah kekiri, hal ini karena umumnya kognisi manusia lebih condong kea rah kanan untuk berfikir hal-hal untuk masa depan, dan kiri untuk mengingat masa-masa yang lampau.

F. KELEMAHAN DAN KELEBIHAN ARSITEKTUR KOMPUTER BILA DIBANDINGKAN DENGAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
a.       Komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat.
b.      Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat.
c.       Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
a.       Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia.
b.      Komputer tidak dapat melakukan generalisasi.
c.       Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks.
d.      Komputer tidak mampu membuat kesimpulan.
e.       Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain.

1. Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer.

Kelebihan 
a.       Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. 
b.      Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). 
c.       Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan 
d.      Menggunakan teknologi time sharring.
e.       Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
 Kekurangan
a.       Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya. 
b.      Harganya sangat mahal. 
c.       Interface dengan pengguna masih menggunakan teks. 
d.      Kerjanya sangat lama. 
e.       Membutuhkan daya listrik yang sangat besar. 

2. Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi
Kelebihan :
a.       Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
b.      Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar.
c.       Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
 Kekurangan :
a.       Membutuhkan waktu yang cukup lama.
b.      Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.

        Jadi dari penjelasan di atas saya dapat menganalisa bahwa terlihat perbedaan diantara keduanya, struktur kognisi manusia bisa dikontrol oleh lingkungan tapi yang berperan penting dalam pengontrolan tingkah laku adalah manusia itu sendiri sedangkan dalam arsitektur komputer yang mengontrol adalah manusia. Dapat dikatakan bagaimanapun sebagus dan secanggih apapun computer lebih canggih lagi kognisi manusia.



REFERENSI:

Al-Fatta, H. 2007. Analisis dan perancangan sistem informasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Amsyah, Zulfikli.  (2005).  Manajemen sistem informasi.  Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Basuki, Heru. 2008. Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hartono, Jogiyanto.  (1990).  Analisis & desain sistem informasi: pendekatan terstruktur.  Yogyakarta: Andi Offset.
Hutahaean, J. 2015. Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Kusrini., Koniyo, A.  (2007).  Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft sql server.  Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Lefudin.  (2017).  Belajar & pembelajaran.  Yogyakarta: Deepublish.
Marimin., Tanjung, H., & Prabowo, H. 2006. Sistem informasi manajemen: sumber daya manusia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Maryono, Y., Istiana, B.P. 2008. Teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta: Yudhistira
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyadi.  (2001).  Sistem akutansi.  Jakarta: Salemba Empat.
Nurdiaman, AA. (2007).  Pendidikan kewarganegaraa: kecakapan berbangsa dan bernegara.   Bandung: Pribumi Mekar.
Nursyamsi, J. 2010. Arsitektur komputer. Diakses dari http:/jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Download/files/30853/MSIM2+Arsitektur+komputer.pdf. diakses pada tanggal 5 Oktober 2017.
Riyanti, B.P.D., dan Prabowo, H. (1999). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Solso, Robert L., Maclin, Otto H., Maclin, M. Kimberly. 2007. Psikologi kognitif. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sopearlam, S.  (1996).  Sistem Informasi akutansi.  Jakarta: Gunadarma.
Sulistyawan, F.  (2013).  Sistem informasi penilaian kinerja pegawai menggunakan metode graphic rating scales dan 360 derajat.  Jurnal Sistem Informasi, 2 (7-13).
Sumanto. 2014. Psikologi umum. Yogjakarta: PT. Buku Seru
Zaki & SmithDev Community. 2007.  Merakit PC: panduan praktis merakit PC kurang dari 20 menit!. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.  
Admin. 2014. Komponen-komponen arsitektur komputer. Dari: https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2017.
Dari: https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2017.