A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI DAN
PENGERTIAN INFORMASI
1.
Pengertian Sistem

Sulistyawan (2013) Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur–prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama–sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Mulyadi (2011) menyebutkan sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama – sama untuk mencapai tujuan tertentu
Sopearlam (1996)
menyatakan sistem adalah serangkaian bagian yang disesuaikan untuk
menyelesaikan serangkaian sasaran.
Berdasarkan
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah serangkaian yang saling
berhubungan satu dengan lainnya untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.
Pengertian Informasi
Hartono (1990), informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Amsyah (2005), informasi adalah data yang sudah diolah
ke dalam bentuk tertentu sesuai dengan keperluan pemakaian informasi tersebut.
Kusrini (2007) menyebutkan bahwa informasi adalah data
yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang
bermanfaat dalam pengambilankeputusan saat ini atau mendukung sumber
informasi.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti sesuai dengan
keperluan pemakaian informasi tersebut.
B. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
PSIKOLOGI
1. Sistem Informasi
Hutahaean (2015) mengungkapkan sistem informasi adalah
suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan
transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang dibutuhkan.
Marimin., Tanjung, dan Prabowo (2006), mengemukakan bahwa
sistem informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan
atau organisasi yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran
informasi. Sistem informasi dapat juga didefinisikan sebagai suatu sistem yang
menerima sumber data sebagai input dan mengolahnya menjadi
produk informasi sebagai output. Sistem
informasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa subsistem atau
komponen hardware, software dan brainware.
Data dan prosedur untuk menjalankan
input, proses, output, penyimpanan, dan pengontrolan yang mengubah
sumber data menjadi informasi.
Burch dan Grudnitski (dalam Marimin., Tanjung, dan Prabowo,
2006), mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebutnya sebagai blok pembangun (bulding block). Blok pembangunan ini
kemudian dibagi menjadi: blok input (input block), blok model (model
block), blok output (output block), blok teknologi (technology
block) blok basis data (database block), dan blok kendali (controls
block).
Secara detail komponen-komponen yang
membentuk blok pembangun sistem informasi tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1.
Blok input (input
block)
Meliputi metode-metode dan media untuk
menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.
Blok model (model block)
Terdiri dari kombinasi prosedur,
logika, dan model matematika yang berfungsi memanipulasi data untuk output
tertentu.
3.
Blok output (output
block)
Berupa output dokumen dan informasi
yang berkualitas.
4.
Blok teknologi (technology block)
Untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output serta
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
Hutahaean (2015) mengungkapkan bahwa
teknologi terdiri dari unsur utama:
a. Teknisi (human ware atau brain
ware)
b. Perangkat
lunak (software)
c. Perangkat
keras (hardware)
5. Blok basis data (database block)
Merupakan
kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat
keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Blok kendali (controls block)
Meliputi
masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan/kegagalan
sistem.
Stair (dalam Al-Fatta, 2007) menjelaskan bahwa sistem
informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari
komponen-komponen berikut:
a. Perangkat keras, yaitu perangkat
keras komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan
keluaran data.
b.
Perangkat lunak, yaitu program dan
instruksi yang diberikan ke komputer.
c.
Database, yaitu kumpulan data dan
informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna
sistem informasi.
d.
Telekomunikasi, yaitu komunikasi yang
menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama
ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
e.
Manusia, yaitu personel dari sistem
informasi, meliputi manajer, analisis, programer, dan operator, serta
bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulakan bahwa sistem
informasi adalah suatu kumpulan terdiri dari komponen-komponen dan informasi
yang dikombinasi dengan manusia sehingga dapat menyediakan dasar pengambilan
keputusan yang tepat.
2. Psikologi
2. Psikologi
Prabowo & Riyanti (1999)
mengemukakan bahwa psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche =
jiwa danlogos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu
secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada
manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku
dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai
ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Muhibbinsyah (2001) mengemukakan bahwa
psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan
tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya
dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat
psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain
sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan,
berperasaan dan lain sebagainya.
Sumanto (2014) mengemukakan bahwa
definisi psikologi menyangkut dua hal pokok, yaitu perilaku nampak (overt
behavior) dan proses mental (kognisi). Secara etimologi psikologi berarti
ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar
belakangnya.
Berdasarkan beberapa definisi di atas
dapat disimpulakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam
hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah
laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang
tidak disadari.
Plotnik (dalam Heru Basuki, 2008)
mendeskripsikan tujuan dari psikologi sebagai berikut:
a.
Tujuan pertama, psikologi adalah
mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku organisasi.
b.
Tujuan kedua, psikologi adalah
menjelaskan sebab-akibat dari perilaku.
c.
Tujuan ketiga, psikologi adalah
memprediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam situasi tertentu.
d.
Tujuan
keempat, psikologi adalah mengotrol perilaku makhluk hidup.
3. Sistem Informasi Psikologi
Suatu
sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau
sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi,
manajemen dalam suatu
organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.
organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.
C. ARSITEKTUR KOMPUTER
Arsitektur
komputer ialah suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara
berbagai macam komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan
sebuah komputer melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target
keuangannya.
Arsitektur
komputer adalah konsep
perencanaan dalam sebuah sistem komputer. Di dalam arsitektur
komputer juga terdapat struktur pengoprasian dasar dari perangkat komputer itu
sendiri. Bagaimana nantinya komputer yang akan dirancang dapat beroperasi
secara semestinya. Jadi, arsitektur komputer merupakan bahan dasar untuk
merancang komputer. Selebihnya, ada beberapa macam dalam arsitektur komputer.
Arsitektur
komputer merupakan atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang
programmer atau Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang
mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program (William
Stalling). Arsitektur komputer meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan
unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut. Contohnya, set
instruksi,aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Maryono dan Istiana (2008) mengemukakan bahwa komputer
terbentuk dari tiga komponen pokok, yaitu:
a. Perangkat
keras (hardware). Perangkat keras
terdiri atas empat komponen dasar, yaitu perangkat masukan (input unit), perangkat pemroses (central processing unit), perangkat
penyimpan (storage unit), dan
perangkat keluaran (output unit).
b. Perangkat
lunak (software). Perangkat lunak
berwujud program untuk menjalankan perangkat keras komputer. Perangkat lunak
dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu perangkat lunak sistem operasi (operating system software) dan perangkat
lunak aplikasi (application software).
c.
Manusia
(brainware), yaitu orang yang
menjalankan dan mengendalikan hardware
dan software.
Zaki & SmithDev Community tahun (2007), komponen
komputer terdiri dari:
a.
Peranti input : menerima data dan
memasukkannya ke dalam komputer.
b. Peranti output : menampilkan hasil
pengolahan data menggunakan komputer.
c.
Peranti
CPU: berfungsi mengatur semua aktivitas yang terjadi di komputer.
d. Peranti
memori : digunakan untuk menyimpan data dan program.
Admin
(2014) mengemukakan bahwa terdapat komponen pada arsitektur komputer yang
terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
a. Input (masukan)
adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan
data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance
input. Di dalam sistem komputer,signal input berupa data yang
dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah
data yang dimasukkan.
b.
Proses,
sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam
komputer.
c. Penyimpanan,
sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara
atau selamanya.
d. Output (keluaran)
adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran
sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
Dengan demikian, komponen pada arsitektur komputer antara
lain hardware, software, brainware.
D. STUKTUR KOGNISI MANUSIA
Struktur
kognisi merupakan keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk
memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya Nurdiaman
(2007).
Lefudin
(2017) menyatakan struktur kognisi merupakan struktur organisasional yang ada
dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang
terpisah-pisah ke dalam suatu unit konseptual.
Flavell,
Miller & Miller (dalam Winarto, 2011) menyatakan bahwa struktur kognisi
merupakan mental framework yg dibangun seseorang dengan mengambil informasi
dari lingkungan dan menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta
mentransformasikannya.
Berdasasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi
manusia adalah proses berpikir manusia saat mendapatkan pengetahuan yang ada di
lingkungannya, serta memproses di dalam
otak manusia dan dapat menghasilkan suatu informasi yang dapat di bagikan
kepada orang lain.
Kognitif manusia sebagai suatu sistem
yang terdiri atas tiga komponen, yaitu:
a.
Input,
proses informasi dari lingkungan atau stimulasi yang masuk kedalam panca
indera.
b.
Process,
pekerjaan otak untuk mentransformasikan informasi atau stimulus dalam cara yang
beragam.
c.
Ouput,
berbentuk tingkah laku, seperti berbicara, menulis, interaksi sosial. dan lain
sebagainya.
E. HUBUNGAN ANTARA
ARSITEKTUR KOMPUTER DAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Arsitektur komputer dan Struktur kognisi manusia memiliki
kesamaan, yaitu tidak dapat berjalan sendiri dalam menjalankan fungsinya,
tetapi sebagai satu kesatuan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan
struktur masing-masing. Dimana struktur manusia adalah suatu unsur yang saling
berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling
melengkapi antara fungsi-fungsi,
Sebagai
manusia, walau memiliki kemampuan kognisi yang luar biasa tetap memiliki banyak
kekurangan. Untuk membantu manusia dalam pekerjaannya, maka diciptakanlah
berbagai teknologi yang disebut kecerdasan buatan (artifical intelegence). Dalam hal ini yang paling dikenal dengan
komputer. Komputer terus berkembang, dan dibuat serupa dengan sistem kognisi
manusia.
Dikatakan
bahwa kognisi manusia mencakup bagaimana manusia menyimpan informasi, ini sama
dengan memory, CD-ROM drive, USB flash drive, flash card, atau floppy disk
komputer (walau ingatan manusia lebih banyak dari pada memory-memory komputer).
Kemudian untuk menyimpan atau mengambil informasi kita bisa menggunakan
software khusus.
Komputer juga bisa mentranformasi, yaitu memperbaharui
informasi. Contohnya kita dapat mengedit data sesuai
perkembangan, atau antivirus yang selalu minta di appgret kembali. Semua
komponen tersebut berada dalam satu naungan disebut CPU (Central processing Unit) yang berperan
untuk memproses perintah yang diberikan oleh pengguna komputer, mengelolanya
bersama data-data yang ada di komputer. CPU diumpamakan sebagai otak dari
komputer.
Contoh
lain adalah ikon “next” pada OS komputer yang umumnya berbentuk tanda panah
kekanan, sedangankan “back” umumnya tanda panah kekiri, hal ini karena umumnya
kognisi manusia lebih condong kea rah kanan untuk berfikir hal-hal untuk masa
depan, dan kiri untuk mengingat masa-masa yang lampau.
F.
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN ARSITEKTUR
KOMPUTER BILA DIBANDINGKAN DENGAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA
Robert
L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa
walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki
banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
a.
Komputer
dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat.
b.
Komputer
dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang
lebih hemat.
c. Dalam
waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan
ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
a. Komputer
tidak memiliki emosi seperti manusia.
b.
Komputer
tidak dapat melakukan generalisasi.
c. Komputer
tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks.
d.
Komputer
tidak mampu membuat kesimpulan.
e. Manusia
lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain.
1. Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer.
Kelebihan
a. Memiliki
processor yang berjumlah lebih dari satu.
b. Bisa
digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
c.
Dapat
membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
d. Menggunakan
teknologi time sharring.
e. Kecepatan
kerja processornya hingga 1GOPS (Giga
Operations Per Second).
Kekurangan
a. Karena
ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk
menyimpannya.
b. Harganya
sangat mahal.
c. Interface
dengan pengguna masih menggunakan teks.
d. Kerjanya
sangat lama.
e. Membutuhkan
daya listrik yang sangat besar.
2.
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi
Kelebihan
:
a. Struktur
kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
b. Banyak
memberi motivasi agar terjadi proses belajar.
c. Mengoptimalisasikan
kerja otak secara maksimal.
Kekurangan
:
a. Membutuhkan
waktu yang cukup lama.
b.
Terkadang
sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu
masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.
Jadi dari penjelasan di atas
saya dapat menganalisa bahwa terlihat perbedaan diantara keduanya, struktur
kognisi manusia bisa dikontrol oleh lingkungan tapi yang berperan penting dalam
pengontrolan tingkah laku adalah manusia itu sendiri sedangkan dalam arsitektur
komputer yang mengontrol adalah manusia. Dapat dikatakan
bagaimanapun sebagus dan secanggih apapun computer lebih canggih lagi kognisi
manusia.
REFERENSI:
Al-Fatta,
H. 2007. Analisis dan perancangan
sistem informasi. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Amsyah, Zulfikli.
(2005). Manajemen sistem
informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Basuki,
Heru. 2008. Psikologi umum.
Jakarta: Universitas Gunadarma.
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hartono, Jogiyanto.
(1990). Analisis & desain
sistem informasi: pendekatan terstruktur. Yogyakarta: Andi Offset.
Hutahaean, J. 2015. Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Kusrini., Koniyo, A.
(2007). Tuntutan praktis
membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft sql
server. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Lefudin.
(2017). Belajar &
pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.
Marimin.,
Tanjung, H., & Prabowo, H. 2006. Sistem
informasi manajemen: sumber daya manusia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana
Indonesia.
Maryono,
Y., Istiana, B.P. 2008. Teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta:
Yudhistira
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyadi.
(2001). Sistem akutansi.
Jakarta: Salemba Empat.
Nurdiaman, AA. (2007). Pendidikan kewarganegaraa: kecakapan
berbangsa dan bernegara. Bandung: Pribumi Mekar.
Nursyamsi,
J. 2010. Arsitektur komputer. Diakses dari http:/jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Download/files/30853/MSIM2+Arsitektur+komputer.pdf.
diakses pada tanggal 5 Oktober 2017.
Riyanti, B.P.D., dan Prabowo, H. (1999). Psikologi umum. Jakarta: Universitas
Gunadarma.
Solso,
Robert L., Maclin, Otto H., Maclin, M. Kimberly. 2007. Psikologi kognitif. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Sopearlam, S.
(1996). Sistem Informasi
akutansi. Jakarta: Gunadarma.
Sulistyawan,
F. (2013). Sistem informasi penilaian kinerja pegawai menggunakan
metode graphic rating scales dan 360 derajat. Jurnal Sistem Informasi, 2 (7-13).
Sumanto. 2014. Psikologi umum. Yogjakarta: PT. Buku Seru
Zaki
& SmithDev Community. 2007. Merakit
PC: panduan praktis merakit PC kurang dari 20 menit!. Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo.
Admin. 2014. Komponen-komponen
arsitektur komputer. Dari: https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/.
Diakses pada tanggal 7 Oktober 2017.
Dari: https://prezi.com/mtexjtmoaufh/komponen-komponen-arsitektur-komputer/.
Diakses pada tanggal 7 Oktober 2017.





No comments:
Post a Comment