Minggu Ke-8
Pokok Bahasan dan TIU : STRES
Pokok Bahasan dan TIU : STRES
A. Pengertian Stres
Stres dalam arti secara umum adalah perasaan tertekan, cemas dan
tegang. Dalam bahasa sehari – hari stres di kenal sebagai stimulus atau respon
yang menuntut individu untuk melakukan penyesuaian. stres adalah keadaan
internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi
lingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali
atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres juga adalah suatu
keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis.
Stres juga diterangkan sebagai suatu istilah yang digunakan dalam
ilmu perilaku dan ilmu alam untuk mengindikasikan situasi atau kondisi fisik,
biologis dan psikologis organisme yang memberikan tekanan kepada organisme itu
sehingga ia berada diatas ambang batas kekuatan adaptifnya. Stres merupakan
mekanisme yang kompleks dan menghasilkan respon yang saling terkait baik
fisiologis, psikologis, maupun perilaku pada individu yang mengalaminya, dimana
mekanisme tersebut bersifat individual yang sifatnya berbeda antara individu
yang satu dengan individu yang lain.
stres
memiliki memiliki tiga bentuk yaitu:
1. Stimulus, yaitu stres merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang
menimbulkan stres
atau disebut juga dengan stressor.
atau disebut juga dengan stressor.
2. Respon,
yaitu stres yang merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul
karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul dapat
secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis
seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung.
karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stres. Respon yang muncul dapat
secara psikologis, seperti: jantung berdebar, gemetar, pusing, serta respon psikologis
seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung.
3. Proses,
yaitu stres digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat
mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.
mempengaruhi dampak stres melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.
Arti Penting Strees:
Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang
bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang
mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat
mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak
mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress.
Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis.
Efek-efek stress menurut Hans selye:
Stress dapat menyebabkan perasaan negatif atau yang berlawanan
dengan apa yang diinginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. Stress dapat
menggangu cara seseorang dalam menyerap realitas, menyelesaikan masalah,
berfikir secara umum dan hubungan seseorang dan rasa memiliki. Terjadinya
stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor,stressor ialah
stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor secara umum dapat
diklasifikasikan sebagai stressor internal atau eksternal.Stressor internal
berasal dari dalam diri seseorang (mis. Kondisi sakit,menopause, dll ).
Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang atau lingkuangan (mis.
Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja, dll).
The General Adaptation Syndrome (GAS)
Dengan bahasa latin, Hans Selye,M.D. menjelaskan tahapan stress
ini dan menyebutkan sebagaiThe General Adaptation Syndrome (GAS), menurut Selye
GAS juga terdiri dari 3 tahap :
1. Reaksi terkejut (alarm
reaction) ketika tubuh mulai mendeteksi stimulus dari luar
2. Adaptasi (adaptation) ketika mengeluarkan perangkat pertahanan melawan sumber
stress (stressor).
3. Kelelahan (exhaustion) ketika tubuh mulai kehabisan daya pertahanannya.
2. Adaptasi (adaptation) ketika mengeluarkan perangkat pertahanan melawan sumber
stress (stressor).
3. Kelelahan (exhaustion) ketika tubuh mulai kehabisan daya pertahanannya.
Faktor-faktor individual dan sosial yang menjadi penyebab stress:
Sumber-sumber stress didalam diri seseorang:
Kadang-kadang sumber stress itu ada didalam diri seseorang. Salah satunya
melalui kesakitan. Tingkatan stress yang muncul tergantung pada rasa sakit dan
umur inividu(sarafino,1990). Stress juga akan muncul dalam seseorang melalui
penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami
konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama.
·
Sumber-sumber stress di dalam keluarga:
Stress di sini juga dapat bersumber dari
interaksi di antara para anggota keluarga, seperti: perselisihan dalam masalah
keuangan, perasaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda dll.
Misalnya: perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton,
perselisihan antara orang tua dan anak-anak yang menyetel tape-nya keras-keras,
tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus
pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stress terutama pada
diri ibu yang selama hamil (selain perasaan senang, tentu), dan setelah
kelahiran. Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam
keluarga, sebagai kekhawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai
istrinya atau kekhawatiran akan tambahan biaya. Pra orang tua yang kehilangan
anak-anaknya atau pasanganya karena kematian akan merasa kehilangan arti
(sarafino,1990).
·
Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan:
interaksi subjek diluar lingkungan keluarga
melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya: pengalaman stress anak-anak
disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. Sedangkan
beberapa pengalaman stress oang tua bersumber dari pekerjaannya, dan lingkungan
yang stressful sifatnya. Khususnya ‘occupational stress’ telah diteliti secra
luas.
Pekerjaan dan stress: Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor yang membuat pekerjaan itu ‘stressful’ ialah:
Pekerjaan dan stress: Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor yang membuat pekerjaan itu ‘stressful’ ialah:
1.
Tuntutan kerja: pekerjaan yang
terlalu banyak dan membuat orang bekerja terlalu
keras dan lembur, karena keharusan mengerjakannya.
keras dan lembur, karena keharusan mengerjakannya.
2.
Jenis pekerjaan: jenis pekerjaan
itu sendiri sudah lebih ‘stressful’ dari pada jenis
pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu misalnya: jenis pekerjaan yang memberikan penilaian
atas penampilan kerja bawahannya (supervisi), guru, dan dosen.
pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu misalnya: jenis pekerjaan yang memberikan penilaian
atas penampilan kerja bawahannya (supervisi), guru, dan dosen.
3.
Pekerjaan yang menuntut tanggung
jawab bagi kehidupan manusia: contohnya tenaga
medis mempunyai beban kerja yang berat dan harus menghadapi situasi kehidupan dan
kematian setiap harinya. Membuat kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi yang
serius.
medis mempunyai beban kerja yang berat dan harus menghadapi situasi kehidupan dan
kematian setiap harinya. Membuat kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi yang
serius.
Menurut Sarafino (1990) stress kerja dapat
disebabkan karena:
A.
Lingkungan fisik yang terlalu
menekan
B.
Kurangnya kontrol yang dirasakan
C.
Kurangnya hubungan interpersonal
D.
Kurangnya pengakuan terhadap
kemajuan kerja
·
Stress yang berasal dari lingkungan:
lingkungan yang dimaksud disni adalah
lingkungan fisik, seperti: kebisingan, suhu yang terlalu panas, kesesakan, dan
angin badai (tornado,tsunami). Stressor lingkungan mencakup juga stressor
secara makro seperti migrasi, kerugian akibat teknologi modern seperti
kecelakaan lalu lintas, bencana nuklir (Peterson dkk, 1991) dan faktor sekolah
(Graham,1989).
B. Tipe-tipe stress
1. Tekanan.
Hasil hubungan antara peristiwa-peristiwa persekitaran dengan
individu. Paras tekanan yang dihasilkan akan bergantung kepada sumber tekanan
dan cara individu tersebut bertindak balas. Tekanan mental adalah sebagian
daripada kehidupan harian Ia merujuk kepada kaedah yang menyebabkan ketenangan individu
terasa di ancam oleh peristiwa persekitaran dan menyebabkan individu tersebut
bertindak balas. Anda boleh mengalami tekanan ketika di tempat kerja,
menyesuaikan diri dengan persekitaran baru, atau melalui hubungan sosial. Tekanan
mental yang sederhana boleh menjadi pendorong kepada satu-satu tindakan dan pencapaian
tetapi kalau tekanan mental anda itu terlalu tinggi, ia boleh menimbulkan
masalah sosial dan seterusnya menggangukesehatan anda.
2. Frustasi
Suatu harapan yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi tidak
sesuai
dengan yang diharapkan.
dengan yang diharapkan.
3. Konflik
Berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling
memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial
antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak
berdaya.
4. Kecemasan
Banyak pengertian/definisi yang dirumuskan oleh para ahli dalam merumuskan
pengertian tentang kecemasan.
Beberapa
ahli yang mencoba untuk mengemukakan definisi kecemasan, antara lain:
• Maramis (1995) menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu
ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami
kejadian yang tidak menyenangkan.
• Lazarus (1991) menyatakan bahwa kecemasan adalah reaksi individu
terhadap hal yang akan dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang
menyakitkan, seperti kegelisahan, kebingungan, dan sebagainya, yang berhubungan
dengan aspek subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat
ini, karena itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai
menjelang kematian, rasa cemas sering kali ada.
• Saranson dan Spielberger (dalam Darmawanti 1998) menyatakan
bahwa kecemasan merupakan reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu
dirasakan sebagai ancaman. Rasa cemas adalah perasaan tidak menentu, panik,
takut, tanpa mengetahui apa yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan
perasaan gelisah dan rasa cemas tersebut.
• Tjakrawerdaya (1987) mengemukakan bahwa kecemasan atau anxietas
adalah efek atau perasaan yang tidak menyenangkan berupa ketegangan, rasa tidak
aman dan ketakutan yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang
mengecewakan tetapi sumbernya sebagian besar tidak disadari oleh yang
bersangkutan.
C. Symptom Reducing Responses terhadap Stress
1. pengertian symptom -reducing responses terhadap stress
Kehidupan akan terus berjalan seiring dengan brjalannya waktu.
Individu yang mengalami stress tidak akan terus menerus merenungi kegagalan
yang ia rasakan. Untuk itu setiap individu memiliki mekanisme pertahanan diri
masing-masing dengan keunikannya masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala
stress yang ada.
·
Mekanisme Pertahanan Diri
Indentifikasi adalah suatu cara yang digunakan individu untuk
mengahadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin
serupa dan bersifat sama seperti orang lain tersebut. Misalnya seorang
mahasiswa yang menganggap dosen pembimbingnya memiliki kepribadian yang
menyenangkan, cara bicara yang ramah, dan sebagainya, maka mahasiswa tersebut
akan meniru dan berperilaku seperti dosennya.
·
Kompensasi
Seorang
individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan
kepuasaan dibidang lain. Misalnya Andi memiliki nilai yang buruk dalam bidang
Matematika, namun prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.
·
Overcompensation / Reaction
Formation
Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut
tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta
melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama.
Misalnya seorang anak yang ditegur gurunya karena mengobrol saat upacara,
beraksi dengan menjadi sangat tertib saat melaksanakan upacara san menghiraukan
ajakan teman untuk mengobrol.
·
Sublimasi
Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan
positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang
konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh
masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya sifat agresifitas yang
disalurkan menjadi petinju atau tukang potong hewan.
·
Proyeksi
Proyeksi adalah mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat
bain sendiri pada objek diluar diri atau melemparkan kekurangan diri sendiri
pada orang lain. Mutu Proyeksi lebih rendah daripada rasionalisasi. Contohnya
seorang anak tidak menyukai temannya, namun ia berkata temannya lah yang tidak
menyukainya.
·
Introyeksi
Introyeksi adalah memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat
pribadi orang lain. Misalnya seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia
memasukkan pribadi pria tersebut ke dalam pribadinya.
·
Reaksi Konversi
Secara singkat mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan
gejala fisik. Misalnya belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang
anak wajahnya menjadi pucat berkeringat.
·
Represi
Represi adalah konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat
diterima dengan paksaan ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja
melupakan. Misalnya seorang karyawan yang dengan sengaja melupakan kejadian
saat ia di marahi oleh bosnya tadi siang.
·
Supresi
Supresi yaitu menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima
secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan
dirinya. Misalnya dengan berkata “Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu
lagi.”
·
Denial
Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang
tidak menyenangkan. Misalnay seorang penderita diabetes memakan semua makanan
yang menjadi pantangannya.
·
Regresi
Regresi adalah mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi
konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang
digosipkan selingkuh karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.
·
Fantasi
Fantasi adalah apabila seseorang menghadapi konflik-frustasi, ia
menarik diri dengan berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan. Contoh
seorang pria yang tidak memilki keberanian untuk menyatakan rasa cintanya
melamunkan berbagai fantasi dirinya dengan orang yang ia cintai.
·
Negativisme
Adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan / menentang
otoritas orang lain dengan perilaku tidak terpuji. Misalkan seorang anak yang
menolak perintah gurunya dengan bolos sekolah.
·
Sikap Mengritik Orang Lain
Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain dengan
kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif. Misalkan
seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument
saat rapat berlangsung.
D. Pendekatan problem solving
terhadap stress
Strategi koping yang spontan mengatasi strees:
Dukungan sosial dan konsep-konsep terkait: beberapa penulis
meletakkan dukungan social terutama dalam konteks hubungan yang akrab atau
‘kualitas hubungan’ (Winnubst dkk,1988). Menurut Robin & Salovey (1989)
perkawinan dan keluarga barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang
penting. Akrab adalah penting dalam masalah dukungan sosial, dan hanya mereka
yang tidak terjalin suatu keakraban berada pada resiko. Para ilmuan lainnya
menetapkan dukungan sosial dalam rangka jejaring sosial. Wellman (1985)
meletakkan dukungan social didalam analisis jaringan yang lebih longgar:
dukungan sosial yan hanya dapat dipahami kalau orang tahu tentang struktur
jaringan yang lebih luas yang didalamnya seorang terintegrasi. Segi-segi
struktural jaringan ini mencangkup pengaturan-pengaturan hidup, frekuensi
kontak, keikutsertaan dalam kegiatan sosial, keterlibatan dalam jaringan sosial
(Ritter,1988). Rook (1985) menganggap dukungan sosial sebagai satu diantara
fungsi pertalian (atau ikatan) sosial. Segi-segi fungsional mencangkup:
dukungan emosional, mendorong adanya ungkapan perasaan, pemberian nasehat atau
informasi, pemberian bantuan material (Ritter, 1988). Ikatan-ikatan sosial
menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal. Dukungan
sosial sebagai ‘kognisi’ atau ‘fakta sosial’: “Dukungan sosial terdiri dari
informasi atau nasehat verbal dan/atau non-verbal, bantuan nyata, atau tindakan
yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat karena kehadiran mereka dan
mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi pihak penerimaan” (Gottlieb,
1983).
Jenis dukungan sosial:
·
Dukungan emosional
·
Dukungan penghargaan
·
Dukungan instrumental
·
Dukungan informative
Strategi Penanganan stress denagn mendekat dan menghindar
1. Strategi mendekati
(approach strategies) meliputi usaha kognitif untuk memahami penyebab
stress dan usaha untuk mengahadapi penyebab stress tersebut dengan cara
mengahadapi penyebabnya atau konsekuensi yang ditimbulkannya secara langsung.
2. Strategi menghindar
(avoidance strategies) meliputi usaha kognitif untuk menyangkal atau
meminimalisasikan penyebab stress dan usaha yang muncul dalam tingkah laku,
untuk menarik diri atau menghindar dari penyebab stress.
Sumber
Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media
Smet,Bart.1994.Psikologi kesehatan.Jakarta:Gramedia.
Halgin P Richard dan Susan Krauss Whitbourne , psikologi abnormal ,
2009 edisi 6 buku 1
http://id.wikipedia.org/wiki/Stres
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media
Smet,Bart.1994.Psikologi kesehatan.Jakarta:Gramedia.
Halgin P Richard dan Susan Krauss Whitbourne , psikologi abnormal ,
2009 edisi 6 buku 1
http://id.wikipedia.org/wiki/Stres
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
No comments:
Post a Comment