Minggu Ke-6
Pokok Bahasan dan TIU:
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT E RICH FROMM
Pokok Bahasan dan TIU:
TEORI KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT E RICH FROMM
A. Pengertian Dasar Teori Fromm
Erich Fromm (1900-…) berkarya
dalam bidang psikoanalisis dengan latar belakang studinya dalam bidang
sosiologi dan psikologi dan bukan kedokteran. Ia mengemukakan bahwa manusia
dipengaruhi oleh lingkungannya dari saat kelahiran dan oleh karenanya psikologi
bisa sangar bermanfaat hanya dalan frame of referenceantropologi dan
filsafat. Teorinya tentang kepribadian bukan merupakan reaksi terhadap beberapa
konsep dasar Freud, melainkan perkembangan yang lebih lanjut (melalui integrasi
pengetahuan yang diperoleh dari disiplin-disiplin lain) dari konsep-konsep ini.
Insting. Fromm sependapat dengan
Freud dalam menekankan pentingnya motivasi itu pertama-tama bersifat
instingtif. Ia berpendapat bahwa selain manusia terdorong untuk memuaskan
kebutuhan-kebutuhan organic, manusia juga terdorong untuk menjadi masyhur dan
berkuasa, untuk cinta, dan merealisasikan cita-cita religious dan humanistik.
Perkembangan Psikoseksual. Fromm
melihat berbagai tahap perkembangan kepribadian tidak sebagai tahap-tahap
perkembangan fisiologis yang berturut-turut, melainkan sebagai hasil-hasil dari
proses sosialisasi. Kepribadian orang itu berkembang menurut
kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Dalam
masyarakat kapitalis, misalnya, seseorang mungkin mencapai identitas pribadi
dengan menjadi kaya atau mengembangkan perasaan berakar dengan menjadi pekerja
yang dapat diandalkan dan dipercaya dalam suatu perusahaan yang besar. Dengan
kata lain, penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat biasanya merupakan kompromi
antara kebutuhan-kebutuhan dari dalam (batin) dan tuntutan-tuntutan dari luar.
Ia mengembangkan karakter sosial dengan berpegang pada syarat-syarat
masyarakat.
B. Kepribadian
yang Sehat Menurut Fromm
Bagi Fromm, penyesuaian diri
dalam masyarakat bukan tujuan yang paling tinggi, melainkan orang yang
produktif di mana ia benar-benar menghayati kehidupan yang matang. Fromm
menyebut kepribadian yang sehat: “orientasi produktif”, yakni suatu konsep yang
srupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang
mengaktualisasikan diri dari Maslow. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm
menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang
meliputi semua segi kehidupan, respons-respons itelektual, emosional, dan
sensorik terhadap orang-orang, benda-benda, peristiwa-peristiwa di dunia dan
juga terhadap diri.
Menjadi produktif berarti orang
menggunakan semua tenang dan potensinya. Kata produktif mungkin
menyesatkan karena kita cenderung memikirkan kata tersebut dalam arti
menghasilkan sesuatu seperti barang-barang material, karya-karya seni, atau
ide-ide. Fromm mengartikan kata produktif itu sinonim dengan
berfungsi sepenuhnya, mengaktualisasikan diri, mencintai, keterbukaan, dan
mengalami.
Tetapi, ada satu pengertian di
mana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan
merupakan hasil yang sangat penting dari seorang individu, yakni diri.
Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi
mereka, dengan menjadi menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua
kapasitas mereka.
Empat segi tambahan dalam
kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksud Fromm
dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalag cinta yang
produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan, dan suara hati.
Cinta yang produktif ialah
suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana partner-partner dapat
mempertahankan individualitas mereka. Diri orang sendiri tidak terserap atau
hilang dalam cinta terhadap orang lain. Diri tidak berkurang dalam cinta
produktif melainkan diperluas, dibiarkan terbuka sepenihnya. Suatu perasaan
akan hubungan tercapai, tetapi identitas dan kemerdekaan seseorang terpelihara.
Tercapainya cinta yang produktif
merupakan salah satu prestasi kehidupan yang agak sulit. Kita tidak jatuh dalam
“cinta”, tetapi kita harus berusaha sekuat tenaga karena cintanya yang
produktif itu menyangkut empat sifat yang menantang: perhatian, tanggung jawab,
respek, dan pengetahuan. Mencintai orang lain berarti sungguh-sungguh
memperhatikan kesejahteraan mereka dan membantu pertumbuhan serta perkembangan
mereka.
Pikiran yang produktif meliputi
kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir yang produktif didorong
oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif
dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Ada suatu hubungan yang erat antara
objek pikiran dan pemikir di mana orang dapat memeriksa objek secara objektif,
secara respek dan perhatian. Pikiran yang produktif berfokus pada seluruh
gejala dengan mempelajarinya dan bukan pada keinginan-keinginan dan
potongan-potongan gejala yang terpisah. Fromm berpendapat bahwa semua penemuan
dan pemahaman yang hebat melibatkan pikiran objektif, di mana pemikir-pemikir
didorong oleh ketelitian, respek, dan perhatian untuk menilai secara objektif
seluruh masalah.
Kebahagiaan merupakan suatu
bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif
dan kebahagiaan itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Kebahagiaan bukan
semata-mata suatu perasaan atau suatu keadaan yang menyenangkan, tetapi juga
merupakan suatu kondisi yang meningkatkan seluruh organisme, menghasilkan
penambahan gaya hidup, kesehatan fisik, dan pemenuhan potensi-potensi
seseorang. Orang-orang produktif adalah orang-orang yang berbahagia.
Fromm membedakan dua tipe suara
hati, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistic. Suara hati
otoriter adalah penguasa dari luar yang diiternalisasikan, yang memimpin
tingkah laku orang itu. Penguasa itu dapat berupa orangtua, negara, atau suara
kelompok lainnya yang mengatur tingkah laku melalui ketakutan orang itu
terhadap hukuman karena melanggar kode moral itu, maka dia mengalami perasaan
bersalah. Suara hati otoriter ialah antithesis terhadap kehidupan produktif.
Suara hati humanistik ialah suara
hati dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian
sehat untuk tingkah laku bersifat internal individual. Orang bertingkah laku
sesuai dengan apa yang cocok dengan berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh
kepribadian, tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan
dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur
diri sendiri.
Orientasi produktif ialah suatu keadaan ideal atau tujuan
perkembangan manusia dan belum pernah dicapai dalam masyarakat manapun.
Kesehatan jiwa dalam pandangan Fromm ditetapkan oleh masyarakat karena kodrat
struktur sosial membantu atau menghalangi kesehatan psikologis. Apabila
masyarakat-masyarakat yang sakit menghasilkan orang-orang sakit, maka
satu-satunya cara untuk mencapai orientasi produktif ialah dengan hidup dalam
suatu masyarakat yang waras dan sehat, masyarakat yang memajukan produktivitas.
Fromm juga melihat
kepribadian-kepribadian yang tidak matang dengan orientasi-orientasi tidak
produktif, yakni orientasi reseptif, eksploitatif, penimbunan, dan pemasaran.
Seperti orientasi produktif, orientasi-orientasi tidak produktif ialah ciri
pembawaan yang esensial, cara-cara bagaimana orang-orang mengarahkan ke dunia
di sekitarnya. Kepribadian dari setiap individu merupakan campuran dari
beberapa atau semua sifat ini. Tidak satu orientasi pun merupakan satu tipe, meskipun
salah satu orientasi biasanya lebih dominan daripada yang lainnya.
Orang-orang dengan orientasi
reseptif adalah penerima-penerima yang pasif dalam hubungannya dengan
orang lain. Mereka tidak mampu menghasilkan, menciptakan atau memberi cinta.
Mereka sama sekali tergantung pada sumber-sumber dari luar; partner,
teman-teman, atau masyarakat, untuk segala sesuati yang mereka butuhkan. Karena
mereka begitu tergantung dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk diri mereka
sendiri, maka mereka dapat dilumpuhkan oleh kecemasan dan ketakutan kalau
dibiarkan.
Masyarakat yang membantu
perkembangan orientasi ini secara resmi mendukung dan mendorong eksploitasi
serta manipulasi terhadap satu kelompok orang-orang oleh kelompok lain. Satu
contoh yang jelas ialah kebudayaan budak, di mana budak-budak hanya dapat
bertindak secara reseptif dan pasif terhadap tuan-tuannya.
Orientasi eksploitatif adalah ciri-ciri orang yang diatur oleh
sumber-sumber dari luar. Mereka tidak menunggu menerima dari orang lain, tetapi
mereka terdorong untuk mengambil dari mereka dengan kekerasan atau tipu
muslihat atau dengan cara apa saja yang dianggap bermanfaat. Selain itu,
orang-orang ini tidak mampu menghasilkan atau menciptakan sendiri dan dengan
demikian mereka mendapat cinta, milik, bahkan pikiran serta emosi, hanya dengan
mengambilnya dari orang lain. Orientasi ini merupakan sifat dari masyarakat
totaliter atau masyarakat fasis, suatu lingkungan di mana pemimpin-pemimpin
yang kuat dan bersifat menguasai memerintah dengan kekerasan. Tetapi, orientasi
ini dapat terjadi dalam masyarakat manapun juga.
Orientasi penimbunan ialaha ciri orang-orang yang tidak
mengharapkan sesuatu dari luar, dan juga tidak menerima atau mengambil.
Orang-orang ini mencapai kemanan dengan menabung atau menimbun milik-milik
material, pikiran-pikiran, atau emosi-emosi. Kepribadian-kepribadian yang
menimbun tampaknya membangun tembok-tembok di sekeliling diri mereka sehingga
mereka tidak membiarkan milik-miliknya keluar (dan tidak membiarkan sesuatu
masuk). Semua segi dari orang-orang ini menjadi milik privat dan tidak boleh
dibagi atau diberi kepada orang lain.
Orientasi pemasaran merupakan ciri pembawaan utama dalam
masyarakat kapitalis. Kepribadian atau diri dinilai hanya sebagai sesuatu
barang dagangan yang dijual atau ditukar untuk keberhasilan. Perasaan akan
penghargaan, penilaian, dan kebanggaan tergantung pada bagaimana keberhasilan
dalam menjual diri. Keberhasilan atau kegagalan tidak tergantung pada
pengembangan kapasitas-kapasitas produktif sampai pada tingkat yang sangat
penuh, juga tidak pada integrasi, pengetahuan, atau keterampilan-keterampilan,
melainkan bagaimana sebaiknya meproyeksikan diri padaorang lain.
Kualitas-kualitas luaran, senyum, ramah, kelihatan sebagai orang-orang baik,
tertawa atas lelucon atasan lebih penting daripada kualitas-kualitas bagian
dalam.
Fromm juga telah mengutarakan
suatu pasangan kelima orientasi-orientasi tidak produktif: orientasi nekrofilus
dan orientasi biofilus. Orientasi nekrofilusmenggambarkan seseorang yang
selalu berjuang melawan kematian dan kehancuran serta yang memperhatikan
pertumbuhan perkembangan diri.
Orientas-orientasi tidak
produktif ini kelihatannya merupakan cara-cara yang tidak sehat dalam
berhubungan dengan dunia. Tetapi, Fromm menunjukkan bahwa masing-masing
orientasi ini memiliki segi-segi yang diinginkan dan yang tidak diinginkan.
Masing-masing orientasi meliputi suatu rangkaian kesatuan (continuum) atau
jajaran tingkah laku dari sama sekali tidak produktif sampai sekurang-kurangnya
cukup produktif. Misalnya, dalam orientasi reseptif, sifat tingkah laku yang
submisif (suatu cara bertingkah laku yang tidak produktif) dapat diubah menjadi
taat (suatu sifat yang lebih produktif). Sifat yang abnormal dapat diubah
menjadi tingkah laku yang dapat menyesuaikan diri, sifat pengecut menjadi
tingkah laku sensitif, dan sifat yang lemah menjadi tingkah laku yang sopan.
Fromm menganggap sisi yang tidak
disenangi dari orientasi-orientasi yang tidak produktif adalah distorsi dari
sifat-sifat pembawaan normal yang dibutuhkan supaya tetap hidup. Kita semua
terkadang harus dapat menerima barang-barang dari orang lain, atau
mengambilnya, menyimpan, dan menukarnya. Kita terkadang harus taat
kepadapenguasa, memimpin orang lain, menjadi sendirian, atau menjadi agresif.
Hanya bila orientasi kita benar-benar tidak produktif, maka kebutuhan untuk
sekali-kali mendapat, mengambil, menyimpan, atau menukar berubah menjadi
dorongan menerima, memeras, menimbun, atau memasarkan. Kunci untuk kesehatan
psikologis ialah kekuatan dari kecenderungan-kecenderungan produktif.
Sangat disayangkan bahwa Fromm
tidak mengatakan kepada kita bagaimana terjadinya perubahan dari yang tidak
produktif ke yang produktif ini. Pada umumnya, perubahan itu bertalian dengan
kekuatan dari orientasi produktif. Semakin besar kekuatan orintasi produktif,
maka akan semakin berhasik juga ia dalam mengubah segi-segi yang lebih diinginkan.
Semakin banyak tingkah laku yang tidak diinginkan ini diubah, maka kepribadian
akan semakin sehat
C. Ciri-ciri
Kepribadian Sehat Menurut Erich Fromm
Menurut Fromm, pribadi yang sehat
adalah pribadi yang mampu hidup dalam masyarakat sosial yang ditandai dengan
hubungan-hubungan yang manusiawi, diwarnai oleh solidaritas penuh cinta dan
tidak saling merusak atau menyingkirkan satu dengan lainnya. Tujuan hidup
seorang pribadi adalah keberadaan dirinya itu sendiri dan bukan pada apa yang
dimiliki, pada apa kegunaannya atau fungsinya (A man whose goal in life is
being, not having and using). Dengan demikian, menurut Fromm, orang yang
berkepribadian sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mampu
mengembangkan hidupnya sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat,
2. Mampu
mencintai dan dicintai,
3. Mampu
mempercayai dan dipercayai tanpa memanipulasi kepercayaan itu,
4. Mampu
hidup bersolidaritas dengan orang lain tanpa syarat,
5. Mampu
menjaga jarak antar dirinya dengan masyarakat tanpa merusaknya
6. Memiliki
watak sosial yang produktif.
Sumber:
Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan
Mental 1. Kanisius: Jakarta.
No comments:
Post a Comment