Proses Terjadinya Persepsi.
Proses diterimnya stimulus olah alat indera merupakan proses alamiah atau proses fisik. Stimulus yang diterima alat indera tersebut
diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini disebut proses fisiologis. Kemudian terjadi
proses selanjutnya di otak sebagai pusat kesadaran, yang mengakibatkan individu
menyadari apa yang dilihat, didengar, diraba, dan lain-lain. Proses ini
dinamakan proses psikologis.
Dengan
demikian dapat dismimulkan bahwa tahap terkhir dari proses persepsi adalah
individu menyadari apa yang dilihat, didengar atau dirabanya. Respons sebagai
akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai bentuk.
Dalam proses persepsi perlu ada perhatian, karena individu tidak
hanya dipaparkan pada satu stimulus saja tetapi pada berbagai macam stimulus. Tidak
semua stimulus mendapatkan respons untuk dipersepsi. Stimulus mana yang akan
dipersepsi, tergantung pada perhatian individu bersangkutan. Dengan kata lain,
stimulus mana yang akan dipersepsi oleh individu, tergantung pada apa yang
menarik perhatian individu yang bersangkutan.
Faktor-faktor Persepsi.
·
Faktor
Internal:
1.
Alat indera, Syaraf dan Pusat Susunan
Syaraf.
Alat indera atau reseptor
berfungsi untuk menerima stimulus sedangkan syaraf sensori berperan dalam
meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat susunan syaraf yaitu otak
sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi respons diperlukan syaraf motoric.
2.
Perhatian.
Agar terjadi proses
persepsi diperlukan perhatian, yaitu proses atau thap pertama sebagai persiapan
mengadakan persepsi. Perhatian adalah pemusatan atau pengonsentrasian seluruh
aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek.
·
Faktor
Eksternal:
1.
Objek yang dipersepsi.
Persepsi mengandaikan adanya objek
yang dipersepsi. Objek ini menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang
alat indera atau reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari
luar, ada jua stimulus yang dating dari dalam individu yang memersepsi.
a.
Otak depan ( Forebrain)
Otak
depan, yang merupakan bagian terbesar dari otak, memiliki sisi kiri dan sisi
kanan yang disebut hemisphere (belahan). Hemisphere
yang dihubungkan dengan seberkas besar serat (fibers), bertanggung jawab atas banyak
fungsi termasuk belajar dan memori,
berbicara dan berbahasa, tanggapan emosional, mengalami sensasi, memprakarsai
gerakan-gerakan yang disengaja, prencanaan dan pengambilan keputusan.
b.
Otak Tengah (Midbrain)
Otak
tengah memiliki pusat ganjaran atau kesenangan, yang dirangsang oleh makanan,
seks, uang, music, melihat wajah yang menarik, dan beberapa obat-obatan
(cocaine); memiliki area untuk reflex visual dan auditori, seperci secara
otomatis menengok kea rah datangnya suara berisik, dan memuat formasi
reticular, yang merangang otak depan sehingga siap untuk mengolah informasi
dari indera.
Apabila formasi reticular mengalami
kerusakan serius misalnya oleh pukulan keras dikepala, orang akan menjadi tidak
sadar dan mungkin mengalami koma karena otak depan tidak dapat dirangsang
(Steriade, 1966 dalam Plotnik, 2005: 73)
c.
Otak Belakang (Hindbrain)
Struktur
dan fungsi otak belakang, yang ditemukan dalam ota yang sangat primitive,
seperti alligator, tetap konstan tak
berubah selama jutaan tahun evolusi. Otak belakang memiliki tiga struktur yang
khas: pons, medulla, cerebellum.
(1)
Pons
Apabila
seseorang individu mengalami ganguuan tidur yang serius, gangguan itu bias saja
ada hubungannya dengan pons. Dalam bahsa latin pons berarti “jembatan”, yang
memangg sesuai dengan fungsinya.
Pons berfungsi
sebagai jembatan untuk menghubungkan secara timbal balik pesan-pesan syaraf
tulang belakang dengan otak. Pons juga membuat bahan-bahan kimia yang dibutuhkan
untuk tidur. (Cirelli et al., 996 dalam Plotnik, 2005:73)
(2)
Medulla
Apabila
seseorang meninggal karena overdosis, penyebab kematiannya diperkirakan ada
hubungannya dengan medulla.
Medlla yang
berlokasi pada puncak syaraf tulang belakang, mencakup sekelompok sel yang
mengntrol reflek vital, seperti pernapasan, detak jantung dan tekanan darah.
Alcohol
dalam jumlah yang besar, heroin atau obat-obatan penyebab depresi lain, menekan
fungsi sel dalam medulla dan menyebabkan kematian, karena menghentikan
pernapasan. (Plotnik, 2005 : 73)
(3)
Cerebellum
Seseorang
yang dicurgai mabiuk ketika mengendarai mobil bias saja tidak lolos tes. Cara mengetesnya
pengendara diminta untuk menyentuh jari ke hidung secara cepat. Orang mabuk
tidak dpat melakukannya Karen adanya efek alcohol pada cerebellum.
Cerebellum
yang berlokasi di bagian belakang sekali dan di bawah otak, telibat dalam mengkoordinasikan
gerakan motoric, tetapi tidak memprakarsai gerakan-gerakan otomatis. Cerebellum
juga terlibat dalam melakukan tanggapan motoric secara tepat waktu, seperti
yang dibutuhkan ketika bermain game atau berolahraga, dan dalam mempelajari
gerakan otomatis atau reflex, seperti menutup mata terhadap sinyal, yang
disebut pengkondisian klasik. (Hazeltine & Ivry, 2002; Spencer et all.,
2003 dalam Plotnik, 2005:73)

No comments:
Post a Comment